BARCELONA Robert Lewandowski akhirnya angkat bicara. Kali ini, sang striker membongkar dinamika internal yang dia alami di ruang ganti Barcelona. Pengakuannya jujur: sikap profesional tinggi yang dia bawa dari Bayern Munchen sempat ditanggapi dingin oleh para pemain muda Blaugrana.
Memang, suasana di kedua klub itu bagai langit dan bumi. Lewandowski, yang kini berusia 37 tahun, tiba di Catalunya setelah bertahun-tahun terbentuk dalam disiplin besi Bayern. Di sana, mentalitas keras adalah makanan sehari-hari, didorong oleh kumpulan pemain senior yang haus gelar.
“Di Bayern, mentalitasnya berbeda karena kami punya pemain yang lebih berpengalaman dan lebih keras,” ujar Lewandowski dalam High Performance Podcast.
Lalu dia menambahkan, “Saat saya bergabung dengan Barcelona, saya melihat banyak pemain muda yang sebenarnya perlu lebih keras terhadap diri mereka sendiri.”
Tak heran, klub punya harapan besar padanya. Manajemen secara khusus memintanya menjadi figur pemimpin, seseorang yang bisa menanamkan standar tertinggi. Tugasnya jelas: mengajari bahwa jadi yang terbaik adalah komitmen jangka panjang, bukan kerja musiman.
“Klub mengatakan mereka membutuhkan seseorang seperti saya, seseorang yang bisa mengajarkan bahwa berada di level teratas bukan soal satu, dua, atau tiga minggu saja. Apa yang kamu lakukan di gym itu penting, bekerja keras setiap hari itu penting,” tuturnya.
Namun begitu, jalan yang ditempuh tak semulus harapan. Pendekatannya yang tegas dan penuh disiplin rupanya tidak selalu diterima dengan tangan terbuka. Lambat laun, Lewandowski menyadari ada jarak yang harus dijembatani. Dia pun mulai menggeser perspektifnya.
Artikel Terkait
Indonesia Womens Open 2026 Guncang Asia Pasifik dengan Hadiah Rp10 Miliar
Tendangan Brutal di Liga 4 Jatim Berujung Hukuman Sepanjang Hayat
Nova Arianto Tak Masuk Daftar, Herdman Buka Peluang untuk Pelatih Lokal
Jonatan Christie Akhirnya Menang Lagi, Kini Siap Hadang Suporter Malaysia