MAKASSAR Sembilan laga lagi. Itu beban yang harus dipikul PSM Makassar untuk menyelamatkan musim ini. Tapi di balik tekanan itu, manajemen ternyata sudah mulai bergerak. Mereka tak cuma mikirin zona degradasi, lho. Persiapan untuk musim depan pun mulai digarap, dimulai dari urusan kontrak pemain asing.
Ya, para pemain asing yang selama ini jadi tulang punggung tim itu. Mereka yang dianggap kunci identitas permainan PSM, terutama sejak era Bernardo Tavares. Komunikasi untuk perpanjangan kontrak disebut sudah dimulai.
Nah, siapa saja yang dianggap wajib dipertahankan? Setidaknya ada empat nama yang masuk kategori "tidak tergantikan".
Pertama, Yuran Fernandes. Sosoknya adalah pilar utama di lini belakang, pemimpin yang menjaga stabilitas pertahanan.
Kemudian ada Victor Luiz. Bek sayap modern ini kontribusinya seimbang, bisa bertahan dan tak segan menyokong serangan.
Di lini tengah, Savio Roberto adalah motornya. Dialah yang mengatur tempo permainan dan sering jadi kreator peluang.
Lalu Sheriddin Boboev. Meski kadang naik turun, naluri golnya masih jadi harapan terbesar di lini depan PSM.
Keempatnya dianggap sebagai kerangka utama tim. Tapi selain mereka, masih ada beberapa nama lain yang nasibnya masih digantung.
Aloisio Neto, misalnya. Dia punya peluang dipertahankan hanya untuk menjaga chemistry pertahanan yang sudah terbentuk. Sementara nasib Alex Tanque? Itu masih sangat bergantung pada performanya di sembilan laga sisa. Tekanan jelas ada di pundak sang striker. Dia dituntut menunjukkan ketajaman, terutama di laga-laga krusial seperti nanti saat jumpa Persis Solo.
Menariknya, ada kabar bahwa manajemen diam-diam sudah mengamankan dua pemain asing lewat kontrak baru. Identitasnya masih dirahasiakan, sih. Tapi langkah ini jelas jadi sinyal: PSM tak mau kecolongan di bursa transfer nanti.
Namun begitu, pihak direksi dan manajemen memilih untuk meredam euforia. Fokus utama, mereka tegaskan, masih satu: mengumpulkan poin dan keluar dari tekanan klasemen. Semua urusan masa depan, untuk sementara, harus mengalah.
Ini memang dilema klasik klub. Membangun fondasi untuk masa depan, sambil berjuang mati-matian menyelamatkan musim yang sedang berjalan. Situasi yang sungguh tidak mudah.
Tapi, kalau dipikir-pikir, keputusan mempertahankan pilar utama ini bisa jadi langkah cerdas. Dengan sembilan laga tersisa, setiap poin memang sangat berharga. Tapi kalau mereka berhasil mengamankan pemain inti, proses rebuilding untuk musim 2026/2027 nanti tak perlu dimulai dari nol lagi.
PSM Makassar punya peluang untuk bangkit lebih cepat. Dan siapa tahu, dengan fondasi yang kuat, mereka bisa kembali jadi kekuatan yang disegani di kompetisi domestik. Semua berawal dari langkah kecil hari ini.
Artikel Terkait
Bonucci Dukung Guardiola Tangani Timnas Italia, Capello Justru Ragukan Kesesuaian Gaya Melatih
Crystal Palace vs Rayo Vallecano: Final UEFA Conference League 2026 Hadirkan Duel Tim Kejutan
PSM Makassar Tak Panik Hadapi Rumor Hengkangnya Reza Arya, Siap Andalkan Muhammad Ardiansyah di Bawah Mistar
PSM Makassar Bidik Bintang Muda Persipura Reno Salampessy sebagai Calon Pengganti Victor Dethan