Minggu pagi itu, Presiden Prabowo Subianto akhirnya bertolak ke Jepang. Ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan undangan langsung dari Kaisar Naruhito. Tujuannya jelas: mempererat lagi hubungan bilateral yang sudah lama terjalin antara Indonesia dan Negeri Sakura itu.
Menurut penjelasan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Jakarta, Prabowo bakal membahas hal-hal strategis yang selama ini jadi fondasi kerja sama kedua negara.
"Pertemuan-pertemuan ini tentunya untuk memperkuat kerja sama persahabatan kedua negara," ujar Prasetyo kepada para wartawan.
"Dan memang secara khusus Pak Presiden akan banyak membicarakan hal-hal yang jadi kekuatan kita dengan Pemerintah Jepang. Misalnya di bidang perdagangan, teknologi, sampai pendidikan. Tak lupa juga kerja sama seputar kehutanan dan lingkungan," imbuhnya.
Agendanya pun sudah pasti. Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Kaisar Naruhito, sang pengundang, dan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan penting bersama Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi.
Pesawat yang membawa Presiden lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 10.35 WIB. Keberangkatannya dilepas sejumlah pejabat tinggi negara. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco hadir, begitu pula Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Prasetyo Hadi sendiri juga ada di sana untuk melepas.
Nah, dalam penerbangan menuju Tokyo, Prabowo tidak sendirian. Dia didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Rombongan ini terhitung cukup terbatas.
Yang menarik, kunjungan ke Jepang ini cuma bagian pertama dari lawatan diplomatik yang lebih panjang. Usai urusan di Tokyo selesai, Presiden dan rombongan rencananya langsung melanjutkan perjalanan ke Republik Korea. Rangkaian kunjungan ini jelas menunjukkan geliat diplomasi Indonesia yang aktif, terutama untuk memperkokoh posisinya di kawasan Asia Timur.
Jadi, bisa dibilang minggu ini adalah minggu yang cukup sibuk bagi Presiden. Dari membahas perdagangan dan teknologi di Tokyo, lalu bersiap untuk agenda berikutnya di Seoul. Semuanya demi satu tujuan: membawa kepentingan Indonesia lebih jauh lagi ke panggung dunia.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Peredaran Ganja saat Patroli Libur Idul Adha di Tangerang
Polisi Sita 30 Cartridge Vape Berisi Narkotika Jenis Baru di Cengkareng, Satu Kurir Dibekuk
Jadwal Salat Surabaya Jumat 29 Mei 2025: Imsak Pukul 04.03 WIB, Zuhur 11.28 WIB
Relawan Indonesia Herman Budianto Ungkap Penyiksaan Brutal Tentara Israel saat Bajak Kapal Bantuan Gaza