PT DCI Indonesia Catat Laba Bersih Rp1 Triliun pada 2025 Didukung Ekspansi Data Center

- Senin, 30 Maret 2026 | 19:50 WIB
PT DCI Indonesia Catat Laba Bersih Rp1 Triliun pada 2025 Didukung Ekspansi Data Center

PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menutup tahun 2025 dengan catatan yang luar biasa. Laba bersih perusahaan penyedia data center ini berhasil menembus angka fantastis: Rp1 triliun. Cukup mengesankan, bukan?

Angka itu tak datang tiba-tiba. Dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp796 miliar, terjadi lompatan pertumbuhan sekitar 26 persen. Di sisi lain, pendapatannya sendiri melesat hingga Rp2,54 triliun naik 40 persen. Dari sini terlihat, margin laba bersih mereka terjaga ketat di level 39 persen.

EBITDA pun ikut meroket, tercatat Rp1,55 triliun dengan margin sehat 61 persen. Aset total perusahaan membengkak jadi Rp6,65 triliun, sementara ekuitasnya mencapai Rp4,00 triliun. Semua ini, menurut mereka, buah dari eksekusi ekspansi yang disiplin dan pemanfaatan kapasitas yang terus dioptimalkan.

Di lapangan, tahun lalu DCII resmi mengoperasikan data center JK6 di Kampus H1 Cibitung. Kapasitasnya tak main-main, 36 megawatt. Belum lagi, mereka juga menyelesaikan pembangunan E2 Data Center di Surabaya. Fasilitas berkapasitas 9 MW ini rencananya mulai beroperasi komersial awal 2026.

Kehadiran fasilitas baru ini jelas memperluas jangkauan. Platform data center mereka kini tersebar di empat titik strategis: Cibitung, Karawang, Jakarta, dan Surabaya. Bagi Indonesia bagian timur, ini kabar baik. Konektivitas digital diharapkan makin kuat. Langkah ke Surabaya ini juga disebut-sebut sebagai awal dari rencana ekspansi yang lebih luas lagi ke depannya.

Indri Koesindrijastoeti, Direktur Corporate Affairs sekaligus Sekretaris Perusahaan DCII, angkat bicara. Menurutnya, tahun 2025 membuktikan kemampuan perusahaan dalam berekspansi dengan cepat tapi tetap terukur.

"Penyelesaian E2 Surabaya semakin memperkuat kapasitas dan platform kami," ujarnya.

Dia menambahkan, pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang solid mencerminkan efisiensi operasional serta keunggulan time-to-market yang konsisten dipertahankan.

"Ke depan, kami akan terus kembangkan infrastruktur data center berstandar global. Ini untuk mendukung kebutuhan AI, cloud, dan komputasi berdensitas tinggi di Indonesia," jelas Indri melalui keterangan resmi, Senin (30/3/2026).

Pengembangan ini, lanjutnya, sejalan dengan percepatan transformasi digital nasional. Pemerataan infrastruktur data center dianggap sebagai fondasi penting untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Surabaya dipandang sebagai simpul konektivitas kunci untuk Indonesia timur, makanya DCII memulai pengembangan di sana sejak dini. Data center E2 Surabaya juga diharapkan bisa jadi redundansi untuk Jakarta dan mendukung kebutuhan trafik berlatensi rendah.

Rencana ke depan? DCII akan tingkatkan kapasitas di Surabaya seiring dengan permintaan pasar. Tapi, mereka janji tetap akan pegang teguh standar operasional kelas dunia, keandalan konsisten, dan keunggulan time-to-market sebagai pembeda utama di industri yang makin padat ini.

Pada 2026, pengembangan platform akan terus berlanjut. Ekspansi kapasitas akan dilakukan dengan tetap mempertahankan kecepatan dan keandalan. Infrastruktur mereka dirancang khusus untuk beban kerja berat seperti AI dan komputasi berdensitas tinggi, sejalan dengan gelombang kebutuhan cloud dan pemanfaatan kecerdasan buatan di tanah air.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar