Aktivitas pengolahan bernilai tambah ini bermuara pada industri antara dan hilir seperti kabel, pipa, alat rumah tangga, konstruksi, furnitur, alat olah raga, otomotif dan bahkan memasok industri aviasi alias penerbangan.
Baca Juga: PT KAI Daop 2 Minta Masyarakat Ikut Ambil Bagian Wujudkan Keselamatan Perjalanan KA
Selain itu, bauksit dapat diolah menjadi chemical grade alumina yang dimanfaatkan untuk pemurnian air, kosmetika, farmasi, keramik dan plastic filler.
Sehingga, industri ini menggerakkan industri lain yang menyerap tenaga kerja, memberikan pendapatan bagi karyawan dan masyarakat sekitar, menggerakkan ekonomi daerah dan pendapatan devisa.
Oleh karena itu, MIND ID menargetkan pembangunan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat bisa rampung dan segera bisa uji coba produksi atau commissioning pada semester I 2024.
Baca Juga: Kepincut Program Makan Siang dan Susu Gratis, Relawan BPI Dukung Prabowo-Gibran
Proyek SGAR dimiliki dua anggota Grup MIND ID, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang Tbk., (ANTAM) dengan pelaksana proyek dilakukan oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).
Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf mengatakan proyek dengan nilai investasi mencapai USD1,7 miliar tersebut bisa segera commissioning pada semester I 2024 dan pada September atau Oktober 2024 bisa mulai beroperasi.
"MIND ID menargetkan SGAR bisa mulai beroperasi dan first delivery itu pada September atau Oktober 2024. Kita optimis bisa mengejar target ini," kata Heri di Jakarta, Senin, 15 Januari 2024.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jakarta.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Di Balik Kenaikan IHSG, Sepuluh Saham Ini Justru Terjun Bebas
BEI Dibanjiri Emisi Baru, IHSG Nyaris Sentuh 9.000 di Awal 2026
Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh Aman Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Tak Ada Kelangkaan
Dari Reruntuhan Pasar Klewer, Dewi Aminah Bangun Kerajaan Bumbu dan Inspirasi