Suasana rapat koordinasi di Banda Aceh, Sabtu (10/1) lalu, sempat diwarnai canda. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, tiba-tiba berhenti di tengah penjelasannya. Rupanya, ada satu nama penting yang terlewat.
Ia sedang memaparkan soal struktur tim pengarah Satgas. Menurutnya, tim itu diketuai Menko PMK, dengan anggota seluruh menteri koordinator, Panglima TNI, dan Kapolri. Tapi, belum selesai bicara, Tito langsung mengoreksi diri sendiri.
“Sedangkan untuk infrastruktur, saya ulangi, ada yang terlewat,” ujarnya, menyadari kesalahan.
“Selain Menko, Panglima TNI, Kapolri, juga di situ ada Bapak Purbaya. Saya lupa nyampaikan. Ini kualat ini.”
Ruangan pun riuh dengan gelak tawa. Tito lalu melanjutkan dengan nada bercanda, “Kalau beliau ngambek, mau rapat sampai malam juga, percuma juga kita nanti. Enggak ada "pitinya" [uangnya].”
Artikel Terkait
Iran Bergolak: Zionis Dituding Dalangi Gelombang Teror dan Pembakaran Tempat Ibadah
Demokrasi di Era Kebisingan: Ketika Politik Indonesia Hanya Jadi Tontonan
Kembang Api dan Teriakan untuk Pahlavi Warnai Malam Teheran yang Masih Bergejolak
Gemblengan Semi-Militer Siapkan 1.500 Petugas Haji Tangguh