Menjelang Ramadan, kabar baik datang dari Perum Bulog untuk warga Aceh. Khususnya bagi mereka yang terdampak bencana, stok beras dan minyak goreng di provinsi itu dinyatakan aman dan mencukupi. Jadi, tak perlu ada kekhawatiran akan kelangkaan.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. Ia merujuk pada data terbaru yang dihimpun dari 15 gudang Bulog yang tersebar di seluruh penjuru Aceh.
"Jadi masyarakat yang ada di Aceh, khususnya yang terdampak bencana, tidak perlu bimbang dan ragu, apalagi menjelang Ramadan. Jadi stok beras Bulog cukup banyak, minyak goreng juga banyak,"
Begitu penegasan Ahmad dalam keterangannya, Sabtu (10/1).
Berdasarkan catatan per Jumat (9/1), angka konkretnya pun terungkap. Stok beras yang menggunung di gudang-gudang tersebut mencapai 64.889 ton. Sementara untuk minyak goreng, persediaannya tak kalah banyak, tercatat 307.220 liter.
Perhatian Bulog ternyata tidak berhenti di Aceh saja. Wilayah lain di Sumatera yang juga terdampak bencana turut mendapat jaminan serupa. Di Sumatera Utara, misalnya, stok beras yang tersedia mencapai 17.904 ton dan minyak gorengnya 284.588 liter. Sedangkan di Sumatera Barat, persediaannya masing-masing 5.508 ton untuk beras dan 15.928 liter untuk minyak goreng.
Lalu bagaimana dengan kondisi nasional? Menurut Ahmad, situasinya juga tetap terkendali, bahkan dengan melihat dua hari besar keagamaan yang akan datang: Imlek dan Idulfitri. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini mencapai 3,35 juta ton. Angka yang sangat cukup, katanya, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasa terjadi setiap tahun pada periode-periode tersebut.
"Jadi total stok beras Bulog di tanah air adalah 3,35 juta ton, dan kesiapan stok ini untuk menghadapi Imlek dalam waktu dekat, kemudian menghadapi Ramadan, kemudian menghadapi Lebaran. Insyaallah stok ini akan terus bertambah,"
Demikian ia menutup penjelasannya, memberikan keyakinan bahwa persediaan pokok masyarakat akan tetap terjaga di bulan-bulan mendatang.
Artikel Terkait
Harga Tembaga Melonjak ke Level Tertinggi Dua Pekan Dipicu Ketidakpastian Tarif AS dan Pasokan Mengetat
PACK Pastikan Regulasi Ekspor Baru Tak Ganggu Kinerja Perusahaan
IHSG Ditutup Menguat 1,49 Persen ke Level 6.218,86 pada Sesi Pertama Perdagangan
45 Emiten Jadwalkan Pembagian Dividen pada Juni 2026, INTP Tertinggi Rp468 per Saham