Zulkifli Zaini Kembali ke Mandiri, Pimpin Rombakan Dewan Komisaris

- Minggu, 21 Desember 2025 | 13:45 WIB
Zulkifli Zaini Kembali ke Mandiri, Pimpin Rombakan Dewan Komisaris

Rapat luar biasa para pemegang saham Bank Mandiri, yang digelar pada 19 Desember 2025, akhirnya menghasilkan keputusan penting. Mereka menyetujui rombakan di jajaran dewan komisaris. Tujuannya jelas: memperkuat fungsi pengawasan di tengah gencarnya ekspansi bisnis bank pelat merah ini.

Nama Zulkifli Zaini muncul sebagai Komisaris Utama yang baru. Dia bukan wajah baru di lingkungan Mandiri. Karirnya justru lekat dengan sejarah bank itu sendiri, dimulai sejak era Bapindo di akhir 80-an. Pria yang biasa disapa "Zul" ini bahkan pernah menjadi Dirut Mandiri periode 2010-2013. Pengalamannya cukup lengkap, dari urusan pembiayaan proyek hingga manajemen risiko.

Namun begitu, jejak Zulkifli tak cuma di perbankan. Dia pernah memegang kendali di BUMN sektor riil, seperti saat memimpin PLN dari 2019 hingga 2021. Pengalaman lintas sektor inilah yang diharapkan bisa memberi perspektif segar, terutama dalam mengawasi organisasi besar yang operasionalnya kompleks.

Di sisi lain, posisi Wakil Komisaris Utama jatuh ke tangan M. Rudy Salahuddin Ramto. Latar belakang Rudy cukup menarik. Saat ini dia masih aktif sebagai Sekretaris Kementerian Investasi, dan punya pengalaman menjadi komisaris di sejumlah BUMN lain seperti Aneka Tambang. Latar akademisnya di bidang teknik dan kebijakan publik dari Universitas Indonesia serta The George Washington University dianggap cocok untuk mengawal ekspansi Mandiri agar selaras dengan agenda nasional.

“Kehadiran Rudy di dewan komisaris diharapkan bisa mempertegas disiplin ekspansi bank,” begitu kira-kira harapan dari penunjukan ini.

Selain dua nama itu, rapat juga mengukuhkan B. Bintoro Kunto Pardewo sebagai Komisaris Independen. Bintoro adalah sosok dari kalangan otoritas moneter, pernah menjabat di Bank Indonesia sebelum akhirnya berkecimpung di holding jasa keuangan negara. Pendidikannya campuran antara teknik mesin dan finance, yang konon memberinya pendekatan analitis yang tajam untuk mengawasi kepatuhan dan pengendalian risiko.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menanggapi hasil RUPSLB ini dengan positif. Menurutnya, keputusan ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham.

“RUPSLB ini menjadi simbol dukungan pemegang saham terhadap langkah strategis manajemen,” ujar Adhika dalam siaran pers yang dirilis Jumat lalu.

Dia menambahkan, penguatan dewan komisaris adalah bagian dari upaya menjaga keseimbangan. Di satu sisi, bisnis perlu terus dikembangkan. Di sisi lain, tata kelola dan manajemen risiko harus tetap kokoh. Dengan komposisi dewan yang sekarang, yang diisi figur dari beragam latar perbankan, kebijakan publik, hingga bank sentral Mandiri optimistis pengawasan internalnya akan lebih solid.

Pada akhirnya, semua perubahan ini diharapkan bukan sekadar pergantian kursi. Tapi benar-benar bisa menopang ekspansi, menjaga kepercayaan pasar, dan tentu saja, memperluas kontribusi bank tersebut bagi perekonomian nasional ke depannya.

Komentar