Kemacetan parah kembali menyergap kawasan Sawangan, Depok, Kamis pagi (8/1). Rupanya, ini sudah jadi pemandangan rutin. Penyebabnya klasik: jalan yang sempit dipaksa menampung volume kendaraan yang terus membeludak.
Wisnu, seorang pengendara motor berusia 30 tahun, mengeluh. Menurutnya, Jalan Raya Sawangan sudah tak layak lagi. "Saya kalau kerja memang lewat sini," ujarnya.
"Jalan di wilayah sini memang perlu pelebaran, lihat saja jalurnya kecil."
Ia menjelaskan, lebar jalan saat ini cuma cukup untuk dua mobil berpapasan. Akibatnya, mau menyalip saja susah. Apalagi di saat padat, semua serba terjepit.
Di sisi lain, keluhan yang sama juga dilontarkan Yusa (34). Pria yang tiap hari melintas di jalur itu mengaku sudah jengah. "Tiap hari saya berhadapan dengan macet di jalur sini (Sawangan)," katanya.
Masalahnya bukan cuma soal lebar jalan yang kurang. Kehadiran bus Transjakarta rupanya jadi faktor lain yang memperkeruh keadaan.
"Kalau keluarnya di jalan raya itu lumayan bikin tambah macet sebenarnya," lanjut Yusa. "Karena bus yang digunakan bodinya besar, bukan yang kecil atau mini Transjakarta, tapi full size sehingga memakan jalan raya yang cuma cukup satu mobil."
Bayangkan saja. Bus berukuran besar itu praktis menutup satu lajur penuh saat berhenti menaikkan penumpang. Pengendara motor pun kesulitan mendahului, akhirnya antrean kendaraan menumpuk di belakang bus. Situasinya jadi runyam.
"Kondisi jalan di Jakarta saja itu bisa makan tempat, makanya dikasih jalur khusus," ujarnya membandingkan. "Nah, di Sawangan jalurnya tidak ada, tapi dipaksakan. Ya memang ada dampaknya buat orang-orang yang perjalanan jauh."
Tanpa jalur khusus, operasional bus besar itu dinilai justru memperumit lalu lintas. "Biasanya mobil kalau berhenti itu minggir dulu. Kalau bus Transjakarta kan tidak bisa," jelas Yusa.
"Sekarang kalau berhenti, jalannya ketutup bus, tidak ada celah lagi. Jangankan mobil, motor saja tidak bisa lewat. Itu kan karena jalannya terlalu sempit."
Risikonya bertambah. Para pengendara roda dua pun jadi berpikir panjang untuk menyalip, khawatir tersenggol bodi bus yang besar. Rasa was-was itu ikut memperlambat arus.
Melihat situasi ini, Yusa punya harapan. Pelebaran jalan tentu penting, bahkan sangat mendesak. Namun, ada hal lain yang menurutnya lebih tepat untuk segera diatur.
"Pelebaran jalan itu penting, penting banget di sini," tegasnya. "Cuma yang lebih tepat itu pengaturan Transjakarta yang melintas di wilayah sini."
Solusinya mungkin tak sederhana. Tapi tanpa penanganan serius, kemacetan di Sawangan dipastikan akan terus menjadi cerita yang berulang setiap pagi.
Artikel Terkait
Tiga Buronan KKB Yahukimo Dibawa ke Jayapura untuk Proses Hukum
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India
OSO Ungkap Kedekatan dengan Mahfud MD Berawal dari Persahabatan Lama dan Kesamaan Visi
DPR Desak Kapolri Bertindak Tegas Usai Rentetan Kasus Oknum Polisi