Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan pengikat kabel atau cable tie terpasang pada bilah baling-baling pesawat Wings Air, memicu pertanyaan publik mengenai kondisi keamanan armada tersebut. Menanggapi hal itu, Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, memberikan klarifikasi resmi bahwa komponen tersebut bukanlah indikasi kerusakan pada baling-baling pesawat.
Dalam keterangannya pada Minggu (31/5/2026), Danang menjelaskan bahwa cable tie digunakan untuk mengamankan sementara salah satu lapisan pelindung yang dikenal sebagai deicer. Lapisan ini berfungsi melindungi baling-baling dalam kondisi operasional tertentu dan bukan merupakan bagian dari struktur utama yang menghasilkan daya dorong pesawat.
"Perlu kami jelaskan, komponen yang terlihat tersebut bukan merupakan indikasi kerusakan pada baling-baling pesawat," ujar Danang.
Ia menegaskan bahwa pemasangan cable tie dilakukan sesuai dengan prosedur yang tercantum dalam Aircraft Maintenance Manual. Prosedur tersebut hanya boleh dikerjakan oleh teknisi berlisensi yang memiliki kewenangan penuh sesuai pedoman perawatan yang berlaku dari pabrikan pesawat.
"Prosedur tersebut telah diatur secara jelas oleh pabrikan pesawat sesuai Aircraft Maintenance Manual dan hanya dapat dilakukan oleh teknisi berlisensi yang berwenang sesuai pedoman perawatan yang berlaku," tambah Danang.
Setelah pemasangan, pesawat juga menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan seluruh komponen berfungsi normal. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pemasangan cable tie tidak mengganggu pergerakan maupun kinerja baling-baling dan sistem pesawat secara keseluruhan.
Danang menambahkan, penggunaan cable tie dalam dunia penerbangan memiliki konteks yang berbeda dengan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada komponen tertentu, alat pengikat ini dapat menjadi bagian dari prosedur perawatan yang telah ditetapkan pabrikan, dilakukan secara terukur, serta melalui proses pemeriksaan dan verifikasi yang ketat.
"Bagi masyarakat umum, cable tie mungkin lebih dikenal sebagai alat pengikat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam dunia penerbangan, penggunaan pengikat pada komponen tertentu dapat menjadi bagian dari prosedur perawatan yang telah ditetapkan pabrikan, dilakukan secara terukur, serta melalui proses pemeriksaan dan verifikasi yang ketat," imbuh Danang.
Artikel Terkait
Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026 Dimulai, Kloter Pertama Dijadwalkan Terbang 1 Juni
Arus Balik Libur Panjang Mulai Terlihat, 40.714 Penumpang KAI Tiba di Jakarta hingga Minggu Pagi
Sopir Taksi Online Diamankan Polisi Usai Amuk di Tol JORR Viral
Sekretaris Kabinet dan Mensos Bahas Pembukaan Sekolah Rakyat untuk 45 Ribu Anak Kurang Mampu