Belajar mempercayai insting sendiri ternyata jadi titik balik. Setelah dapat pekerjaan yang lumayan, dia justru terjebak dalam rutinitas yang dia sebut 'pekerjaan terburuk di dunia' selama dua tiga tahun. Lalu, dia memutuskan berubah haluan.
Keputusan untuk mengikuti intuisi itu membuahkan hasil nyata. Baszucki memberanikan diri menempuh jalannya sendiri dan mendirikan Knowledge Revolution. Perusahaan software edukasi itu akhirnya laku terjual dengan harga fantastis: 20 juta dolar AS pada 1998.
Namun begitu, kesuksesan itu tidak serta-merta membawanya ke puncak. Setelah menjual perusahaannya, dia berharap akan direkrut jadi CEO di tempat lain. Harapan itu pupus. Dia kembali merasa tersesat, tanpa arah yang jelas. Tapi kali ini, dia sudah belajar. Daripada menunggu, lebih baik mencipta.
Beberapa tahun kemudian, dimulailah sebuah proyek yang kemudian menjelma menjadi raksasa: Roblox. Kini, platform itu bukan sekadar game, tapi sebuah jagad virtual dengan lebih dari 150 juta pengguna aktif setiap harinya. Nilai perusahaannya mencapai 60 miliar dolar AS, dan kekayaan pribadinya sekitar 5 miliar dolar. Semua berawal dari seorang pembersih kaca yang akhirnya berani mendengar suara hatinya sendiri.
Artikel Terkait
Indonesia Pacu Reformasi, Bidik Kursi Penuh OECD pada 2027
Prabowo Cabut Akses MLM di Marketplace, Perketat Aturan Main
Dokumen Rahasia Ungkap Kaitan Gelap Jeffrey Epstein dengan Raksasa Kripto
Konsumsi Baja Indonesia Tertinggal Jauh, Baru 60 Kilogram per Kapita