Di tengah acara serah terima kunci KPR FLPP untuk puluhan ribu keluarga di Serang, Sabtu lalu, Presiden Prabowo Subianto menyoroti sesuatu yang agak berbeda dari konteks perumahan. Menurutnya, salah satu sumber devisa terpenting negeri ini justru belum digarap maksimal: pariwisata.
"Saudara-saudara, salah satu penghasil devisa yang paling bagus itu ya pariwisata," ujarnya.
Namun begitu, Prabowo langsung menyodorkan persoalan yang selama ini mengganjal. "Gimana kita berharap wisatawan asing datang ke Indonesia kalau kota-kota kita kumuh, kalau desa-desa kita tidak bersih?" tanyanya retoris. Suasana saat itu cukup hangat, dihadiri ribuan penerima manfaat rumah.
Bagi Prabowo, kunci mengerek daya tarik wisata terletak pada penataan ruang dan kebersihan lingkungan. Itu sebabnya, ia punya rencana konkret usai tahun baru nanti. Ia berencana mengajak kampus-kampus turun tangan membantu pemerintah daerah.
"Jadi habis tahun baru saya akan kumpulkan, kita rembuk," jelasnya. "Kita kumpulkan rektor sama dekan-dekan, kita cari. Saya harap tiap provinsi, ibu kota atau kabupaten, ada tim arsitekturnya sendiri."
Dengan melibatkan akademisi, khususnya dari fakultas arsitektur, ia yakin kepala daerah akan terbantu menyusun perencanaan wilayah yang lebih matang dan terpadu.
"Panggil dari semua fakultas, bantu bupati, bantu gubernur, bikin masterplan daerah yang bersih, yang indah, yang sangat asri," seru Prabowo penuh semangat. "Nanti luar biasa dampaknya. Kita ubah Indonesia jadi beautiful, beautiful Indonesia."
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa ujung dari semua pembangunan itu sebenarnya sederhana: meningkatkan kualitas hidup rakyat kecil. "Saya diberi tahu guru saya, tugas pemimpin itu sangat sederhana. Adalah membuat wong cilik bisa ketawa dan senyum. Itu artinya mereka hidup layak," kata Presiden.
Pernyataan Prabowo ini muncul di saat data dari Kementerian Pariwisata sendiri menunjukkan kinerja sektor yang cukup solid. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dalam acara terpisah di Jakarta pada Kamis (18/12), membeberkan angka-angka yang cukup menggembirakan.
Mengutip BPS, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kedatangan hingga Kuartal III 2025 mencapai USD 1.259, atau sekitar Rp 21,04 juta. Akumulasinya, sektor pariwisata disebut telah menyumbang devisa sebesar USD 13,82 miliar pada periode yang sama.
Lebih rinci lagi, dari Januari hingga Agustus 2025, kontribusi sektor ini mencapai Rp 231,01 triliun. Angka itu setara dengan 3,96% terhadap PDB Indonesia. Data perjalanan wisatawan nusantara juga naik signifikan, tumbuh 18,89% menjadi hampir 998 juta perjalanan.
Jadi, meski datanya positif, tampaknya Presiden merasa masih ada ruang besar untuk berbenah. Dan ia melihat solusinya dimulai dari hal yang paling mendasar: membuat kota dan desa kita lebih tertata dan bersih.
Artikel Terkait
TBS Energi Utama Terbitkan Obligasi Rp175 Miliar dengan Bunga 9 Persen
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar