Per akhir tahun 2025, sisa dana IPO PT Ancara Logistics Indonesia (ALII) ternyata tak banyak. Hanya tersisa Rp216 juta. Dana itu, seperti diungkap dalam laporan terbaru, masih mengendap di rekening giro perusahaan di Bank BRI.
Padahal, kalau kita lihat ke belakang, dana segar yang berhasil dihimpun emiten jasa angkutan laut ini terbilang besar. Melalui penawaran perdana sahamnya pada Januari 2024, ALII mengantongi dana bersih hingga Rp847,1 miliar. Nah, hampir seluruh dana segar itu kini sudah tersalurkan.
Lalu kemana saja aliran uangnya? Sebagian besarnya, tepatnya Rp635,3 miliar, dipinjamkan ke entitas anaknya, PT MCT. Tujuannya jelas: untuk bayar utang.
Dana pinjaman itu dipakai PT MCT untuk melunasi kewajibannya kepada dua kreditur, yaitu OCP Asia Fund IV dan OCP Asia Fund V. Dengan kata lain, langkah ini memperkuat struktur keuangan grup.
Di sisi lain, ALII juga tak lupa berinvestasi untuk perkembangan usahanya. Perusahaan menggelontorkan dana sebesar Rp181,4 miliar hanya untuk menambah armada tongkang sungai. Belanja modal lain-lainnya menyerap sekitar Rp30 miliar lagi.
Jadi, bisa dibilang dana IPO yang hampir Rp850 miliar itu kini hampir habis terpakai. Fokusnya dua: memperbaiki laporan keuangan dengan membayar utang dan sekaligus menggenjot ekspansi operasional di lapangan.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Jababeka Bagikan Dividen Rp42,31 Miliar, Setara Rp2 per Saham
Pendapatan Non-Tambang PT Dian Swastatika Sentosa Naik Jadi 7,6 Persen, Didorong Bisnis Digital dan Teknologi
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
IPCM Alokasikan Rp74 Miliar untuk Pengadaan Kapal Baru pada 2026