Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak. Menanggapi situasi ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengambil langkah tegas dengan mengerahkan kekuatan angkatan lautnya. Kapal induk Charles de Gaulle, beserta armadanya, diperintahkan untuk segera berlayar menuju perairan Mediterania.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Menurut sejumlah saksi, situasi di lapangan memang terasa sangat mencekam dan sulit diprediksi. Itulah mengapa Macron merasa perlu untuk bertindak cepat.
Dalam sebuah pidato yang disiarkan Rabu (4/3), Macron dengan jelas menyatakan posisinya.
"Menghadapi situasi yang tidak stabil ini dan ketidakpastian di hari-hari mendatang, saya telah memerintahkan kapal induk Charles de Gaulle, aset udaranya, dan kapal fregat pengawalnya untuk berlayar ke Mediterania," ujarnya, seperti dilaporkan AFP dan France 24.
Namun begitu, pengiriman kapal induk hanyalah sebagian dari upaya Prancis. Sebelumnya, Macron juga telah mengerahkan sejumlah kekuatan udara. Jet tempur canggih Rafale, ditambah sistem pertahanan dan radar udara, sudah lebih dulu dikirim ke kawasan tersebut dalam beberapa jam terakhir.
Dan nampaknya, ini belum akan berakhir.
"Dan kami akan melanjutkan upaya ini sebisa mungkin," tegas Macron.
Gerak-gerik Prancis ini tentu menjadi perhatian banyak pihak. Kehadiran kapal induk mereka di Mediterania bukanlah hal sepele; ini adalah pesan yang jelas di tengah situasi yang benar-benar panas.
Artikel Terkait
Bea Cukai Makassar Sita 17,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Cegah Kerugian Negara Rp18 Miliar
Polisi Bongkar Komplotan Spesialis Ganjal ATM, Rugikan Ratusan Juta
Sidang Korupsi Chromebook Nadiem Ditunda, Terdakwa dan Pengacara Absen
Harga Minyak Goreng di Pasar Peterongan Naik, Didorong Kenaikan Biaya Kemasan