Jumat kemarin (19/12), sejumlah kabar penting dari dunia bisnis dan infrastruktur ramai diperbincangkan. Salah satunya adalah kabar terbaru soal rencana mega proyek kereta api yang konon bakal menghubungkan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan Malaysia dan Brunei. Proyek ambisius ini masih dalam tahap kajian, kata pemerintah.
Di sisi lain, pasar komoditas juga bergerak. Harga nikel dunia, yang sempat terpuruk, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Ini terjadi setelah ada sinyal dari Indonesia, produsen utamanya, soal rencana pengetatan produksi di masa depan.
Proyek Kereta IKN-Malaysia-Brunei: Masih Di Meja Kajian
Odo R.M Manuhutu, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas di Kemenko IPK, mengaku pihaknya masih mempelajari rencana itu. Belum ada keputusan apapun.
“Nanti kita lihat lebih lanjut. Kita akan lihat tentu saja kan dievaluasi pro and cons-nya, manfaat bagi Indonesia apa, kelebihannya apa,”
ujar Odo di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat lalu.
Menurutnya, sampai saat ini belum pernah ada diskusi resmi dengan perwakilan Malaysia maupun Brunei terkait wacana tersebut. Jadi, masih sangat prematur.
Artikel Terkait
Wacana Gentengisasi Prabowo Hangatkan Harapan di Jatiwangi
Hexindo Raup Rp 6,71 Triliun, Tapi Laba Justru Tergerus
Menteri Keuangan Tegaskan: Tidak Akan Ada Lagi Burden Sharing dengan BI
OJK dan BEI Buka Klasifikasi Investor ke 27 Sub-Tipe untuk Pikat MSCI