Di sisi lain, situasi pasokan BBM dan LPG juga menunjukkan tren positif. Seluruh 147 SPBU di wilayah bencana sudah beroperasi kembali. Begitu pula dengan 172 agen penyalur LPG dan 14 SPBE. Artinya, akses masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan harian itu sudah terbuka.
Namun begitu, bukan berarti semua masalah selesai. Kendala nyata masih menghadang di jalur distribusi. Pengiriman dari Integrated Terminal Teluk Kabung ke sejumlah daerah seperti Kajai Pasaman Timur dan Surian Solok Selatan, misalnya, masih terputus. Rute menuju Lembah Anai, Palupuh Pasaman Timur, dan Malalak juga mengalami hambatan serupa. Ini jadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi.
Sembari menunggu rehabilitasi dan rekonstruksi permanen, pemerintah tak tinggal diam. Rencana pembangunan 100 unit hunian sementara (huntara) di sekitar lokasi kunjungan presiden sedang disiapkan. Langkah ini diharapkan bisa memberi sedikit kenyamanan bagi para pengungsi, setidaknya untuk sementara waktu.
Jadi, meski lampu di beberapa rumah masih gelap dan truk-truk pengangkut bahan bakar harus mencari jalan memutar, geliat pemulihan di Sumatera Barat terasa semakin kuat. Tantangan distribusi masih ada, tapi pasokan utamanya sudah mulai mengalir lagi.
Artikel Terkait
OJK Beri Tenggat 2029, Emiten Wajib Genjot Free Float ke 15 Persen
Guncang Pasar, Kuota Batu Bara 2026 Dipangkas Hingga 70 Persen
Pakaian Bekas Ilegal Disita Rp 248 M, Pemerintah Genjarkan Razia di Pelabuhan
Investor Global Berebut Proyek PLTN 7 Gigawatt di Indonesia