Merindukan Muncul Kembali Tokoh Indonesia di Pentas Dunia?
Indonesia memiliki sejarah panjang melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh di kancah global. Presiden pertama RI, Soekarno, dikenal sebagai pemersatu bangsa-bangsa Asia dan Afrika melalui Konferensi Asia-Afrika. BJ Habibie diakui dunia sebagai ahli teknologi kedirgantaraan, sementara RA Kartini menjadi simbol perjuangan emansipasi wanita yang inspirasi nya mendunia. Keberadaan mereka membuktikan bahwa Indonesia mampu melahirkan pemikir dan pemimpin yang diakui secara internasional.
Peluang Lahirnya Tokoh Indonesia Baru di Era Globalisasi
Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, kemajuan teknologi, dan isu kesehatan dunia, peluang untuk melahirkan tokoh internasional justru semakin terbuka lebar. Tokoh Indonesia masa depan tidak harus berasal dari ranah politik, tetapi bisa muncul dari bidang sains, teknologi, seni, pendidikan, atau aktivisme sosial. Dengan etos kerja, kreativitas, dan visi kemanusiaan yang kuat, siapa pun memiliki kesempatan untuk memberikan dampak positif secara global.
Ciri-Ciri Tokoh Global Asal Indonesia
Tokoh dunia sejati tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari integritas moral, keberanian berpikir, dan kepedulian terhadap sesama. Seperti dikatakan Nelson Mandela, pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya mencetak individu yang pintar, tetapi juga manusia yang berkarakter dan berempati tinggi.
Modal Indonesia Melahirkan Tokoh Dunia
Indonesia memiliki sejumlah modal penting untuk melahirkan tokoh-tokoh baru di pentas internasional, antara lain:
- Populasi muda yang besar dan dinamis
- Kekayaan budaya dan sumber daya alam
- Semangat gotong royong dan kebersamaan
- Potensi inovasi dan kreativitas yang terus berkembang
Optimisme dan Langkah ke Depan
Lahirnya kembali tokoh Indonesia di panggung dunia bukanlah hal mustahil. Kita sudah melihat bibit-bibit unggul mulai bermunculan, baik dari kalangan ilmuwan, aktivis lingkungan, peneliti, maupun insan kreatif. Untuk mendorong hal ini, diperlukan ekosistem yang mendukung pengembangan keunggulan individu, termasuk pendidikan berkualitas, penghargaan terhadap inovasi, dan penanaman nilai-nilai moral sejak dini.
Dengan menggabungkan kecerdasan intelektual, kemurnian hati, dan visi kemanusiaan yang luas, Indonesia sangat mungkin kembali melahirkan pemimpin dan tokoh yang tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga diakui oleh dunia internasional.
Aendra Medita, Jurnalis yang aktif di Jala Bhumi Kultura
Artikel Terkait
Ragam Pilihan Ngabuburit di Makassar, dari Pantai hingga Kuliner Tradisional
BMKG Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Sidang Isbat Tunggu Hasil Rukyat
Yenny Wahid: Hormati Perbedaan Penetapan Awal Ramadan
Arab Saudi Siapkan Ruang Iktikaf di Atap Masjid Nabawi Sambut Ramadan