Saham SMDR Melonjak, Ternyata Ini Sosok di Balik Kendali Samudera Indonesia

- Kamis, 18 Desember 2025 | 15:25 WIB
Saham SMDR Melonjak, Ternyata Ini Sosok di Balik Kendali Samudera Indonesia

Kalau bicara soal pelayaran nasional, nama PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) pasti sudah tak asing lagi. Emiten ini memang jadi salah satu raksasa di sektor transportasi dan logistik, dengan bisnis inti di jasa angkutan laut. Tapi, siapa sebenarnya yang memegang kendali saham perusahaan yang sudah berdiri sejak era 1949 ini?

Menelusuri sejarahnya, SMDR punya cerita panjang yang berawal dari visi seorang Soedarpo Sastrosatomo. Bisnisnya dimulai pada 1952 lewat NVPD Soedarpo, yang awalnya fokus pada perdagangan dan distribusi. Namun, ambisi Soedarpo tak berhenti di situ.

Setahun kemudian, dia mendirikan Indonesia Stevedoring Ltd. Perusahaan inilah yang kemudian mengakuisisi Stroohoeden Veem sebuah perusahaan bongkar muat dan pergudangan terbesar di Surabaya kala itu. Dari sini, fondasi bisnis logistiknya mulai kokoh.

Lalu, pada 1964, semua unit usahanya itu dikonsolidasikan menjadi PT Perusahaan Pelayaran Samudera, cikal bakal SMDR yang kita kenal sekarang. Soedarpo sendiri memimpin langsung sebagai direktur utama hingga tahun 2000, sebuah periode kepemimpinan yang sangat panjang.

Di sisi lain, perjalanan bisnis perseroan terbilang dinamis. Awalnya, mereka fokus pada jasa pelayaran kargo curah. Memasuki era 1970-an, ekspansi mulai dilakukan dengan mendirikan perusahaan angkutan darat, lalu merambah ke logistik proyek skala besar.

Perkembangan signifikan terjadi pada dekade 1980 hingga 1990-an. Saat itulah SMDR mulai merambah bisnis bongkar muat, jasa pelayaran container feeder, hingga mendirikan depo peti kemas dan unit pergudangan. Bisnisnya terus melebar, seiring dengan pertumbuhan perdagangan global.

Kini, layanannya sudah sangat terintegrasi. Tak cuma angkutan laut biasa, mereka juga menggarap transportasi LNG, logistik rantai dingin, galangan kapal, hingga penyediaan kru kapal. Masing-masing lini ini ditangani oleh puluhan anak perusahaan, dengan jaringan operasi yang menjangkau Singapura, Malaysia, bahkan hingga China, Australia, dan Timur Tengah.

Nah, soal kepemilikan saham, data per 30 November 2025 cukup jelas. Pengendali utamanya adalah PT Samudera Indonesia Tangguh, dengan porsi mencapai 58% dari total saham beredar. Posisi kedua dipegang PT Ngrumat Bondo Utomo yang menguasai sekitar 16%.

Sedangkan, kepemilikan publik atau masyarakat berada di angka 19,9%. Yang menarik, penerima manfaat akhir dari kepemilikan ini adalah tiga nama: Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto, Ratna Djuwita Hatma, dan Chandraleika M. Mulia.

SMDR sendiri telah menjadi perusahaan publik sejak 1999, dengan IPO perdana yang berhasil menghimpun dana Rp81,87 miliar. Harga sahamnya sempat beberapa kali dipecah, terakhir pada 2023 dengan rasio 1:5.

Performa sahamnya belakangan juga cukup menggembirakan. Pada perdagangan Kamis, 18 Desember 2025, saham SMDR ditutup menguat 8,82% di kisaran Rp370 per lembar. Bahkan, dalam sebulan terakhir, kenaikannya mencapai lebih dari 20%.

Jadi, itulah sekelumit profil dan struktur kepemilikan Samudera Indonesia. Sebuah perusahaan dengan akar sejarah yang dalam, bisnis yang terus berevolusi, dan kepemilikan yang tetap berada dalam lingkaran keluarga pendirinya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar