Kalau bicara soal pelayaran nasional, nama PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) pasti sudah tak asing lagi. Emiten ini memang jadi salah satu raksasa di sektor transportasi dan logistik, dengan bisnis inti di jasa angkutan laut. Tapi, siapa sebenarnya yang memegang kendali saham perusahaan yang sudah berdiri sejak era 1949 ini?
Menelusuri sejarahnya, SMDR punya cerita panjang yang berawal dari visi seorang Soedarpo Sastrosatomo. Bisnisnya dimulai pada 1952 lewat NVPD Soedarpo, yang awalnya fokus pada perdagangan dan distribusi. Namun, ambisi Soedarpo tak berhenti di situ.
Setahun kemudian, dia mendirikan Indonesia Stevedoring Ltd. Perusahaan inilah yang kemudian mengakuisisi Stroohoeden Veem sebuah perusahaan bongkar muat dan pergudangan terbesar di Surabaya kala itu. Dari sini, fondasi bisnis logistiknya mulai kokoh.
Lalu, pada 1964, semua unit usahanya itu dikonsolidasikan menjadi PT Perusahaan Pelayaran Samudera, cikal bakal SMDR yang kita kenal sekarang. Soedarpo sendiri memimpin langsung sebagai direktur utama hingga tahun 2000, sebuah periode kepemimpinan yang sangat panjang.
Di sisi lain, perjalanan bisnis perseroan terbilang dinamis. Awalnya, mereka fokus pada jasa pelayaran kargo curah. Memasuki era 1970-an, ekspansi mulai dilakukan dengan mendirikan perusahaan angkutan darat, lalu merambah ke logistik proyek skala besar.
Perkembangan signifikan terjadi pada dekade 1980 hingga 1990-an. Saat itulah SMDR mulai merambah bisnis bongkar muat, jasa pelayaran container feeder, hingga mendirikan depo peti kemas dan unit pergudangan. Bisnisnya terus melebar, seiring dengan pertumbuhan perdagangan global.
Artikel Terkait
Dari Konter Ponsel ke Rantai Bisnis: Kisah Abdurrohim Membangun 7 Titik Usaha Berawal dari BRILink
Rosan Roeslani Tegaskan Independensi Danantara Meski Bakal Masuk ke Kepemilikan BEI
Danantara Buka Pintu untuk Dana Negara Lain Masuk ke BEI
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di Bawah 5% untuk Tarik Investor Global