"Jadi mereka kemarin menyatakan akan menerima pihak Indonesia. Mereka "ngantor" kira-kira terakhir tanggal 23. Jadi masih bisa kita seminggu ke depan ini bertemu dengan pihak Amerika," imbuhnya.
Sebelumnya, pembicaraan juga sudah dilakukan lewat jalur virtual. Pekan lalu, misalnya, ada diskusi dengan Kantor Perwakilan Dagang AS atau USTR. Presiden Jokowi sendiri dikatakan memberi arahan agar segara diselesaikan.
"Pak Presiden memberikan arahan supaya segera kita selesaikan, sehingga kita meminta waktu ke pemerintah Amerika untuk bertemu dengan para pimpinan di sana, dari USTR maupun beberapa menteri nanti, sebelum libur Natal," jelas Susiwijono.
Lantas, bagaimana status perundingannya? Susiwijono memastikan bahwa negosiasi sama sekali belum batal. Memang, diakui ada dinamika dan tentu saja perbedaan pandangan dari kedua belah pihak. Itu hal yang wajar. Namun, upaya untuk mencapai kesepakatan final masih terus digenjot.
Artikel Terkait
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi