Dia mencontohkan daerah penghasil beras seperti Sulawesi Selatan, yang menggunakan pengairan teknis, tentu tidak bergantung pada curah hujan, sehingga petaninya tetap bisa tanam, dan biasanya pada Akhir Januari sudah bisa panen, tetapi memang tidak sebanyak seperti kondisi normal.
"Sehingga kemungkinan harga beras akan tetap tinggi. Di Bulog pun tetap berupaya agar bagaimana pun stok beras harus tetap ada. Di sisi lain di Provinsi NTT tidak ada stok dari petani yang bisa dibeli, jadi Bulog minta ke pusat agar bisa dikirimkan dari Kanwil Bulog provinsi lain yang memiliki stok lebih," ungkapnya. (*)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kupangnews.com
Artikel Terkait
Gaji Pensiun PNS 2026: Tak Ada Kenaikan Tambahan, Aturan Masih Mengacu ke 2024
Pasar Tertegang Menunggu Trump Bicara di Davos, Netflix Ikut Warna-i Sentimen
Trump di Davos: Pamer Ekonomi AS dan Kritik Pedas untuk Eropa
Batu Bara Dominan, KAI Logistik Tumbuh 4% dari Layanan Lain