Di sisi lain, Doddy Rahadi, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, memberikan penekanan yang sedikit berbeda. Menurutnya, penguatan vokasi ini adalah bagian sentral dari SBIN yang memang menitikberatkan pada penciptaan SDM industri berdaya saing tinggi. Sektor-sektor prioritas nasional saat ini, terangnya, sangat membutuhkan keterampilan baru yang relevan dengan teknologi mutakhir.
Ujar Doddy.
Dia pun menegaskan satu hal penting. Pendidikan vokasi Indonesia jangan sampai hanya memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Ia harus bisa menjadi bagian dari ekosistem industri global, baik lewat keahlian teknis, mobilitas pekerja, maupun jaringan profesional yang kuat.
Komitmen ini bukan sekadar wacana. Beberapa unit pendidikan di bawah Kemenperin sudah mulai menjalankannya. Ambil contoh SMK-SMTI Yogyakarta. Sekolah ini telah menerapkan model pendidikan dual system, di mana porsi praktik mencapai 70 persen. Kurikulumnya pun disusun berdasarkan standar internasional, sebagai strategi untuk menyiapkan SDM industri yang unggul dan yang paling diharapkan langsung siap kerja.
Doddy menutup dengan penegasan.
Terlihat jelas, langkah mereka sudah dirancang. Tinggal eksekusinya di lapangan yang akan membuktikan segala rencana ini.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman Jelang Lebaran di Makassar
BPH Migas Segel SPBU di Jember Diduga Salurkan BBM Subsidi Ilegal
Harga CPO Menguat Pekan Kedua Berkat Sentimen Positif Pasar China
Saham Raksasa dan Perbankan Jadi Pemberat Utama Anjloknya IHSG