Lonjakan ini biasanya dipicu beberapa hal. Kampanye belanja 12.12 jadi pemicu utama, ditambah aktivitas UMKM dan seller online yang makin gencar. Belum lagi tradisi kirim hadiah Natal dan Tahun Baru. Menariknya, dalam tiga tahun terakhir, barang-barang seperti fesyen dan suku cadang kendaraan mendominasi kiriman.
Kalau bicara wilayah, Jabodetabek masih juaranya dengan volume tertinggi. Setelah itu, baru menyusul kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung, dan Medan.
Selain urusan logistik, Lion Parcel juga memperkuat layanan pelanggan. Kapasitas tim ditingkatkan, sistem teknologinya dibenahi. Harapannya, informasi untuk pelanggan jadi lebih akurat dan responsif ketika mereka bertanya.
Dengan serangkaian persiapan ini, Lion Parcel berharap layanannya tetap stabil dan tepat waktu. Mereka berusaha agar peak season kali ini berjalan mulus, tanpa cerita paket yang molor atau hilang di tengah jalan.
Artikel Terkait
Pukulan Padel Merajut Jaringan di Pasar Modal
Padel dan Optimisme: AEI Gelar Turnamen untuk Hangatkan Pasar Modal 2026
300 Perusahaan Batu Bara Belum Ajukan RKAB 2026, ESDM Ungkap Penyebabnya
Rupiah Terengah di Atas Rp16.800, Analis Soroti Peluang di Tengah Badai