Fokus pada emiten berskala besar ini sejalan dengan harapan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kehadiran "lighthouse IPO" dinilai bukan sekadar tambahan jumlah. Perusahaan-perusahaan besar itu bisa menciptakan likuiditas yang sehat dan menjadi magnet bagi investor, baik lokal maupun asing.
Pada akhirnya, emiten dengan aset dan kapitalisasi pasar yang besar bakal memperkuat fondasi pasar modal kita. Strukturnya jadi lebih kokoh.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, punya pandangan serupa. Menurutnya, masuknya perusahaan-perusahaan besar ke papan bursa adalah sinyal optimisme terhadap ekonomi nasional.
Nyoman juga mengungkapkan fakta menarik dari sisi investor. Banyak investor institusi, baik dari dalam maupun luar negeri, sebenarnya menunggu kehadiran perusahaan-perusahaan dengan reputasi tinggi sebelum mereka benar-benar menanamkan modal di Indonesia.
“Dengan masuknya perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi menghadirkan aliran dana ke pasar modal Indonesia, yang pada akhirnya dapat mendukung likuiditas sekaligus dapat menciptakan kestabilan bagi pasar,” jelas Nyoman.
Jadi, tahun 2026 nanti tampaknya akan jadi periode yang seru untuk diikuti. Semua mata kini tertuju pada pipeline Mandiri Sekuritas dan calon-calon raksasa yang siap melantai.
Artikel Terkait
PGJO Suntik Rp5,1 Miliar ke Anak Usaha untuk Genjot Ekspansi
Setelah Terjun Bebas, Saham BCA Bangkit di Akhir Sesi dengan Volume Fantastis
Emas Tembus USD 5.000, Investor Berlarian ke Safe Haven
Saham AIMS dan GRPM Kembali Menggelinding, Satu Diantaranya Masuk Papan Khusus