Wall Street menutup sesi Senin (8/12/2025) dengan nada pesimis. Mayoritas saham di papan utama tergelincir ke zona merah, seiring dengan sentimen hati-hati investor yang memandang rapat kebijakan Federal Reserve yang akan datang.
Indeks S&P 500 anjlok 0,33% ke level 6.847,84. Dow Jones juga tak berkutik, merosot lebih dari 208 poin. Nasdaq relatif lebih tahan, meski tetap tercatat negatif. Tekanan datang dari mana-mana, salah satunya dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang membuat aset berisiko seperti saham kurang menarik.
Nah, soal The Fed ini yang jadi perhatian utama. Data belanja konsumen pekan lalu yang tumbuh moderat memang memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga. Tapi, pasar masih galau. Mereka butuh kejelasan, mengingat dalam beberapa tahun terakhir para pejabat bank sentral kerap bersikap tidak satu suara.
“Pasar akan sulit menemukan arah untuk diikuti, setidaknya sampai setelah pertemuan Fed,”
Begitu kata Carol Schleif, kepala strategi pasar di BMO Private Wealth. Analisisnya cukup menggambarkan suasana: wait and see.
Artikel Terkait
Laba Bersih Triputra Agro Persada Melonjak 19% Jadi Rp3,84 Triliun di 2025
PT Selamat Sempurna (SMSM) Catat Laba Bersih Rp1,13 Triliun di 2025 Didorong Ekspor
Harga Emas Dunia Turun di Tengah Kekhawatiran Inflasi dan Suku Bunga Tinggi
IHSG Terpangkas 1,61%, Analis Proyeksi Potensi Koreksi Lanjutan