Aditya Zoni Bantah Keras Kabar Keluarga Muak dengan Ammar Zoni
Aktor Aditya Zoni secara tegas membantah kabar yang beredar bahwa keluarganya sudah muak dan tidak peduli lagi dengan kakaknya, Ammar Zoni. Kabar ini muncul di tengah kasus dugaan peredaran narkoba yang menjerat Ammar di Rutan Salemba.
Sebagai seorang adik, Aditya Zoni atau yang akrab disapa Adit, menegaskan bahwa dukungan dari dirinya dan seluruh keluarga untuk Ammar tidak akan pernah surut. Ia menjamin bahwa kabar yang menyebut keluarganya pusing dan tidak peduli adalah 100% tidak benar.
Ikatan Darah adalah Segalanya
Adit menekankan bahwa baginya, ikatan darah adalah segalanya. Terlepas dari kesalahan yang telah diperbuat Ammar, keluarga akan selalu ada di sisinya. "Sampai saat ini, tetaplah, mau bagaimana pun Bang Ammar, dia abang saya dan saya akan dukung dia mau gimana pun juga," ujar Adit dengan penuh keyakinan.
Kepedulian Aditya Zoni Terbukti dengan Kunjungan ke Lapas
Kepedulian Adit tidak hanya sebatas kata-kata. Ia bahkan langsung mendatangi Lapas Cipinang setelah mengetahui dari pemberitaan media bahwa Ammar Zoni akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Adit mengaku kaget karena pihak keluarga tidak diberitahu terlebih dahulu mengenai pemindahan tersebut.
Aditya Zoni Yakin Ammar Zoni Bukan Pengedar
Lebih lanjut, Aditya Zoni menyampaikan keyakinannya bahwa Ammar Zoni bukanlah seorang pengedar narkoba. Ia memandang kakaknya tersebut sebagai korban dari sistem yang salah dan pergaulan yang tidak baik. "Saya yakin abang saya bukan orang seperti itu. 100% Bang Ammar bukan pengedar... Tapi Bang Ammar adalah korban," tuturnya.
Fakta Kasus Ammar Zoni
Berdasarkan keterangan resmi dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Ammar Zoni (disingkat AZ) diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika jenis sabu dan ganja sintetis (sinte) di dalam Rutan Salemba. Ini merupakan kali keempat Ammar tersandung kasus narkoba.
Pada Kamis (16/10/2025) dini hari, Ammar Zoni telah resmi dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Keamanan Super Maksimal di Karanganyar, Nusakambangan. Sebagai narapidana yang dianggap berisiko tinggi (high risk), ia ditempatkan dalam sel khusus dengan sistem one man one cell.
Artikel Terkait
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati
Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Sebut Ahmad Dhani Sahabat dan Kader Gerindra