tuturnya lagi.
Di sisi lain, pendanaan untuk pembelian unit baru ini tidak sepenuhnya mengandalkan kas internal. Perusahaan juga mendapat suntikan dana segar berupa fasilitas kredit senilai Rp500 miliar dari QNB Indonesia. Dananya, lagi-lagi, dipakai untuk menambah kendaraan.
Hingga akhir kuartal ketiga tahun ini, total armada ASSA baik roda dua maupun empat sudah menyentuh 30.000 unit. Jumlah sebanyak itu berusaha dipertahankan agar tingkat penggunaannya tetap optimal, tidak berlebihan.
Lalu, bagaimana kinerja keuangannya? Ternyata cukup solid. Hingga kuartal III-2025, pendapatan konsolidasi ASSA melesat 21 persen year-on-year (yoy), menjadi Rp4,41 triliun. Sebuah pencapaian yang sejalan dengan strategi ekspansi mereka.
Artikel Terkait
IHSG Diproyeksi Mixed di Awal Pekan, Level 9.000 Jadi Tantangan Berat
DJP Buka Suara: Cashback Belum Tentu Kena Pajak
Batam Bangkit: Properti Menjadi Mesin Ekonomi Baru di Pintu Gerbang Singapura
IHSG Tergerus 1,33% Meski Volume Transaksi Melonjak 9%