Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 1.182 Jiwa, 145 Masih Hilang

- Jumat, 09 Januari 2026 | 18:36 WIB
Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 1.182 Jiwa, 145 Masih Hilang

Angka korban bencana di Sumatera terus bertambah. Menurut data terbaru dari BNPB yang dirilis Jumat lalu, total korban jiwa kini mencapai 1.182 orang. Sementara itu, 145 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data Informasi BNPB, Abdul Muhari, membeberkan rincian penambahan korban dalam dua hari terakhir.

"Ada penambahan korban jiwa dari Aceh Utara satu jiwa, Langkat dua jiwa, dan Tapanuli Tengah satu jiwa. Ini menambah total korban jiwa menjadi 1.182 jiwa,"

Di sisi lain, jumlah pengungsi yang masih harus tinggal di tempat penampungan juga cukup besar, yakni 238.627 orang. Abdul menegaskan bahwa data korban hilang terus diperbarui.

"Untuk korban hilang, validasi kita lakukan setiap hari. Per hari ini angkanya jadi 145 jiwa,"

Meski duka masih terasa berat, ada sedikit perkembangan terkait fase penanganan. Sebagian besar wilayah di Aceh sudah mulai bergerak. Statusnya beralih dari tanggap darurat menuju transisi darurat.

Namun begitu, tidak semua daerah bisa segera beralih. Empat kabupaten di Aceh yaitu Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya memilih untuk memperpanjang status tanggap darurat mereka. Kabar ini disampaikan langsung oleh Abdul Muhari.

"Per hari ini, 14 daerah sudah menyatakan bergeser ke transisi darurat. Tapi, empat daerah lain masih memperpanjang status tanggap darurat,"

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Provinsi Aceh akhirnya memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat di tingkat provinsi. Kebijakan ini akan berlaku selama 14 hari ke depan.

Situasinya agak berbeda di dua provinsi tetangga. Untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat, semua wilayahnya telah memasuki fase transisi darurat. Artinya, proses pencarian korban skala besar secara resmi dihentikan.

Tapi, jangan salah. Tim SAR tidak serta-merta bubar. Mereka tetap siaga.

"Untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat, proses pencarian dihentikan, tapi tim SAR tetap standby. Kalau ada informasi dari masyarakat tentang lokasi yang diidentifikasi ada korban, tim akan langsung bergerak ke titik tersebut,"

pungkas Abdul menutup penjelasannya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar