Menteri Bahlil Ancam Cabut Izin Tambang Nakal, Airlangga Siapkan Bantuan UMKM Korban Bencana

- Jumat, 05 Desember 2025 | 06:12 WIB
Menteri Bahlil Ancam Cabut Izin Tambang Nakal, Airlangga Siapkan Bantuan UMKM Korban Bencana

Berita Kamis kemarin (4/12) diramaikan oleh pernyataan tegas Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Dia tak main-main: perusahaan tambang yang bandel bakal ditindak, bahkan izinnya bisa dicabut. Kabar ini langsung jadi perbincangan hangat. Di sisi lain, dari Menteng, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto juga angkat bicara. Kali ini soal bantuan untuk pelaku UMKM yang terpukul bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Bahlil: Izin Tambang Bisa Dicabut, Tak Pandang Bulu

Semuanya berawal dari kunjungan Bahlil ke Kecamatan Pelembayan, Agam, Sumatera Barat. Di hadapan para pengungsi, dia berjanji akan menuntaskan persoalan tambang ilegal. Gayanya blak-blakan. "Sebagai Menteri ESDM, saya ingin menegaskan bahwa saya tidak akan pandang bulu," ujarnya lewat keterangan tertulis.

Bahlil bahkan membawa serta Dirjen Minerba ke lokasi. Tujuannya jelas: memberi tindakan bagi perusahaan yang seenaknya sendiri, yang tak taat aturan standar proses pertambangan.

"Kalau seandainya kita mendapatkan dalam evaluasi mereka melanggar, tidak tertib, maka tidak segan-segan kita akan melakukan tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku," tegasnya.

Dia memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap izin-izin yang ada. Dan ancamannya serius: pencabutan izin bagi yang nakal. Menurut Bahlil, langkah keras ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas penambangan ilegal dari hulu ke hilir. "Demi menjaga kedaulatan sumber daya alam," katanya.

Bantuan untuk UMKM di Daerah Bencana

Sementara itu, di tempat terpisah, Menko Airlangga bicara soal bantuan. Pemerintah menyiapkan relaksasi khusus untuk UMKM di tiga provinsi yang dilanda bencana. Rencananya, ada opsi restrukturisasi hingga penghapusan kredit macet. "Regulasinya sudah ada dan itu bisa berlaku otomatis," tutur Airlangga usai menghadiri peluncuran Harbolnas 2025 di Gandaria City, Jakarta Selatan.

Dia mengakui, bencana itu pasti memukul pertumbuhan ekonomi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. "Nah tentu kita prihatin dengan situasi yang ada," ucapnya.

Meski begitu, Airlangga melihat ada secercah harapan. Pertumbuhan di wilayah lain yang tak terdampak diprediksi tetap solid, sekitar 5,4 sampai 5,6 persen. Untuk daerah yang kena musibah, selain relaksasi kredit, program perbaikan infrastruktur juga akan digeber. Langkah konkretnya seperti apa? Itu yang masih ditunggu detailnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar