Wall Street Loyo Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Tunggu Laporan Empat Raksasa Teknologi

- Kamis, 30 April 2026 | 06:50 WIB
Wall Street Loyo Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Tunggu Laporan Empat Raksasa Teknologi

IDXChannel – Wall Street ditutup dengan posisi yang agak loyo pada Rabu (29/4/2026). Ini terjadi setelah The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga di akhir rapat kebijakan moneter mereka yang kemungkinan besar jadi yang terakhir di era kepemimpinan Jerome Powell.

Tiga indeks utama saham AS sempat bergerak naik-turun, tapi pada akhirnya cenderung merosot. Soalnya, pernyataan kebijakan The Fed mengindikasikan keputusan untuk menahan suku bunga di tengah perdebatan internal yang paling pecah sejak tahun 1992. Agak panas juga situasinya.

Menurut data dari Investing, Dow Jones Industrial Average tergelincir 369,09 poin atau 0,75 persen, berakhir di 48.772,84. S&P 500 juga ikut melemah 21,78 poin atau 0,31 persen ke 7.117,02. Sementara Nasdaq Composite turun 89,82 poin atau 0,36 persen ke 24.574,33. Lumayan dalam penurunannya.

Di sisi lain, investor sedang bersiap-siap untuk laporan keuangan dari empat perusahaan besar di kelompok “Magnificent Seven” yang erat kaitannya dengan kecerdasan buatan. Ada Amazon, Alphabet, Meta Platforms, dan Microsoft. Banyak yang menanti-nanti angka-angka mereka.

Ngomong-ngomong, indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) malah naik 1,5 persen. Sepanjang tahun ini saja, indeks ini sudah menguat 43,8 persen. Cukup impresif, ya.

Dari sisi ekonomi, ada kabar menarik: pesanan baru untuk barang modal inti yang biasanya jadi indikator belanja modal perusahaan melonjak 3,3 persen pada Maret. Ini kenaikan bulanan terbesar sejak Juni 2020. Artinya, perusahaan-perusahaan mulai berani belanja lagi.

Dari 11 sektor utama di S&P 500, saham energi jadi yang paling moncer, didorong oleh lonjakan harga minyak. Sementara itu, sektor material dan kesehatan justru mencatat penurunan paling besar. Agak kontras memang.

Ada cerita menarik dari Robinhood Markets. Sahamnya ambles 14,5 persen setelah perusahaan itu gagal memenuhi ekspektasi laba kuartal pertama. Kasihan juga.

Tapi tidak semuanya suram. Saham perusahaan penyimpanan data justru naik, setelah Seagate Technology memberikan proyeksi kuartal keempat yang positif. Seagate sendiri melonjak 10,1 persen. SanDisk dan Western Digital juga ikut-ikutan naik, antara 7,1 persen hingga 7,4 persen.

Starbucks juga punya kabar baik. Sahamnya naik 9,1 persen setelah mereka menaikkan proyeksi laba tahunan. Visa juga tidak mau kalah melonjak 9 persen setelah meningkatkan proyeksi laba setahun penuh.

Yang paling mencolok mungkin NXP Semiconductors. Sahamnya meroket 26,6 persen setelah memberikan proyeksi pendapatan kuartal kedua yang jauh di atas ekspektasi Wall Street. Gila juga kenaikannya.

Secara keseluruhan, di NYSE, jumlah saham yang turun lebih banyak daripada yang naik rasionya 2,62 banding 1. Ada 154 saham yang mencetak level tertinggi baru, sementara 66 lainnya mencapai level terendah baru.

Di Nasdaq, situasinya mirip. 1.277 saham naik, tapi 3.461 saham turun. Rasio saham turun terhadap naik adalah 2,71 banding 1. Lumayan timpang.

S&P 500 mencatat 20 saham dengan level tertinggi baru dalam 52 minggu, dan 23 saham dengan level terendah baru. Sementara Nasdaq mencatat 71 tertinggi baru dan 113 terendah baru. Angka-angka yang cukup berbicara.

(NIA DEVIYANA)

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar