SIG Luncurkan Semen Hijau dengan Emisi Karbon 38 Persen Lebih Rendah

- Rabu, 29 April 2026 | 19:25 WIB
SIG Luncurkan Semen Hijau dengan Emisi Karbon 38 Persen Lebih Rendah

IDXChannel PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau biasa disapa SIG, makin serius ngejalanin prinsip keberlanjutan. Bukan cuma omdo, mereka terapkan di setiap tahap operasional. Mulai dari hulu sampai hilir, semuanya diperhitungkan.

Salah satu gebrakannya? Mereka hadirkan semen hijau. Produk ini, plus turunannya, punya kadar karbon lebih rendah sampai 38 persen dibanding semen konvensional atau OPC. Kualitasnya? Kata mereka, nggak kalah. Inovatif, tentu saja.

Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG, bilang gini dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026):

“Semen hijau SIG merupakan solusi untuk konstruksi ramah lingkungan yang rendah karbon. Ini buah karya anak bangsa, bentuk kepedulian dan keberpihakan kami terhadap kelestarian bumi.”

Menurut Vita, inovasi produk rendah karbon ini cuma salah satu bagian dari komitmen besar SIG terhadap bisnis berkelanjutan. Mereka nggak main-main soal ini.

Di sisi lain, ada banyak program lain yang dijalankan. Misalnya, praktik pertambangan yang baik bukan asal gali. Mereka juga pakai teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi, biar energi lebih efisien. Limbah dan sampah? Dimanfaatkan sebagai bahan baku atau bahan bakar alternatif. Prinsip ekonomi sirkular, katanya. Belum lagi pengembangan energi terbarukan dan proses distribusi yang lebih hijau. Semua berjalan beriringan.

Ngomong-ngomong, baru-baru ini SIG juga kasih kabar gembira. Lima pabrik mereka dapat sertifikat Green Label Indonesia predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI). Kelimanya: SIG Pabrik Tuban, PT Semen Tonasa (Pabrik Pangkep), PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong, Pabrik Cilacap, dan Pabrik Lhoknga. Lumayan banyak, ya.

Vita nambain lagi:

“Sertifikat Green Label Indonesia jadi bukti nyata. Produk SIG bukan cuma terjamin mutu dan kualitasnya, tapi juga bantu pelanggan dapetin produk yang lebih rendah emisi. Jadi, mereka bisa bangun dengan lebih bertanggung jawab.”

Ya, setidaknya itu yang mereka usahakan. Semoga konsisten.

(taufan sukma)

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar