“Ini sebagai bentuk keseriusan atas arahan dan perintah Bapak Presiden ketika kemarin datang untuk memastikan agar listrik di minggu ini selesai,” tegas Bahlil.
Sambil menunggu jaringan utama normal, pemerintah tidak tinggal diam. Sebagai solusi darurat, Kementerian ESDM dan PLN telah menyalurkan bantuan 40 unit genset dan 200 lampu darurat ke daerah tersebut.
“Nanti semuanya kita serahkan kepada Bapak Bupati,” tambah Bahlil. “Beliau yang tahu di mana titik-titik yang paling membutuhkan, sambil menunggu optimalisasi dari hari Jumat malam.”
Di sisi lain, pemulihan tidak hanya fokus pada listrik. Pasokan energi lain seperti BBM dan gas elpiji juga jadi perhatian serius. Menteri Bahlil sudah menginstruksikan Pertamina untuk beroperasi 24 jam di lokasi terdampak. Jumlah SPBU aktif ditambah, dan untuk sementara, aturan barcode dihapus agar warga lebih mudah mengakses BBM.
Strategi distribusi LPG pun diubah total. Rute pasokan dialihkan dari Dumai ke Padang untuk menghindari gangguan cuaca dan ombak besar. Mereka juga menyiagakan empat kapal khusus untuk melayani rute ke Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Nias.
Jadi, meski masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, gelombang pemulihan pasca bencana di Tapanuli Tengah terus bergerak maju. Target Jumat malam menyala menjadi harapan bersama.
Artikel Terkait
Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 2.662% Jadi Rp 23,8 Triliun pada 2025
IHSG Berbalik Anjlok 1,21% di Sesi I, Sektor Energi dan Industri Tertekan
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor