Baca Juga: 662 Mahasiswa Diwisuda, STIE Indonesia Segera Berubah Menjadi Universitas
Padahal tahun 2013, Pemerintah Malaysia dan Singapura mencapai kesepakatan dasar mengerjakan proyek kereta cepat.
Kesepakatan itu berupa pembangunan jalur kereta cepat sepanjang 350 kilometer yang akan memangkas waktu perjalanan dari Kuala Lumpur ke Singapura menjadi 90 menit, dari sebelumnya empat jam dengan berkendara mobil.
East Japan Railway dan perusahaan perdagangan Sumitomo Corporation menyatakan tertarik menggarap proyek tersebut.
Baca Juga: Pengembang dari Tiga Negara Berkolaborasi Bangun Mustika Garden Tamansari di Bekasi
Pada 2015, Menteri Transportasi Jepang Keiichi Ishii memperkenalkan sistem Shinkansen kepada pemerintah Malaysia saat mengunjungi Kuala Lumpur.
Namun, pada 2021, Perdana Menteri Malaysia pada masa itu, Muhyiddin Yassin, membatalkan proyek tersebut karena beban keuangan.
Mundurnya perusahaan Jepang memberi kesempatan kepada pesaing-pesaingnya dari China untuk memperkuat pembangunan infrastrukturnya di Asia Tenggara.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suarakarya.id
Artikel Terkait
Amman Mineral Pacu Eksplorasi di Sumbawa, Siapkan Game Changer Baru
Pefindo Beri Peringkat IdBBB+ untuk SOLA, Prospek Stabil dengan Catatan Diversifikasi
Harga Emas Antam Melonjak Rp 25.000 per Gram, Pajak Pembeli Akhir Dihapus
RISE Siap Bagikan Bonus Saham Rp525 Miliar pada 2026