"Iya pak," jawab Iman singkat.
"Zaman Pak Purbaya. Waduh luar biasa ini," sahut Misbakhun, tak menyembunyikan kekagumannya.
Iman kemudian memperjelas. Dari seluruh catatan rekor itu, hanya satu yang terjadi saat Sri Mulyani masih memegang jabatan sebagai Menkeu. Semua sisanya, 21 kali, tercatat setelah Purbaya Yudhi Sadewa mengambil alih.
Menurut Iman, momentum kunci justru terjadi saat indeks untuk pertama kalinya berhasil menembus level psikologis 8.000. Itu terjadi di masa kepemimpinan Purbaya. Dan setelah tembus batas itu, grafiknya seperti dapat suntikan semangat, terus merangkak naik tanpa henti.
"1 kalinya di Bu Sri Mulyani satu kalinya, Pak Purbaya tembus 8.000 zaman beliau pak," jelas Iman.
"Jadi kalau kita bicara 8.000 and then setiap dua bulan ini naik terus pak sampai kemarin 8.600," tambahnya, melukiskan tren positif yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Harga CPO Melonjak 8% dalam Seminggu, Terbesar Sejak November 2024
Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan