Delapan nyawa melayang setelah sebuah kapal feri tenggelam di perairan selatan Filipina. Kapal yang mengangkut ratusan penumpang itu dilaporkan membawa 342 orang.
Menurut Wali Kota Basilan, Arsina Laja Kahing-Nano, korban tewas yang terkonfirmasi saat ini berjumlah delapan orang. Sementara itu, upaya penyelamatan terus digenjot. Ronalyn Perez, petugas tanggap darurat setempat, menyebut setidaknya 138 orang telah berhasil dievakuasi dari kapal bernama M/V Trisha Kerstin 3 itu.
Namun begitu, tekanan di lokasi kejadian terasa berat. Rumah sakit setempat kewalahan.
"Tantangan di sini sebenarnya adalah jumlah pasien yang datang. Kami kekurangan staf saat ini," ujar Perez.
Dia menambahkan, sekitar 18 korban sudah dilarikan ke salah satu fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Kapal feri tersebut sedang dalam pelayaran rutin dari Kota Zamboanga menuju Pulau Jolo ketika musibah terjadi. Detail penyebab tenggelamnya masih diselidiki.
Di sisi lain, Penjaga Pantai Filipina telah bergerak cepat. Mereka mengerahkan tim di stasiun Mindanao selatan untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung.
Ini bukan kali pertama Filipina menghadapi tragedi maritim semacam ini. Sebagai negara kepulauan dengan 116 juta penduduk, negeri ini punya catatan panjang soal kecelakaan feri antar pulau. Baru tahun lalu, lebih dari tiga puluh orang tewas dalam kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah feri di wilayah selatan yang sama. Sebuah pengingat pilu betapa transportasi laut masih menyimpan risiko.
Artikel Terkait
Polsek dan Koramil Singingi Hilir Musnahkan 12 Unit Rakit PETI di Lahan Sawit Koperasi
Menteri AHY: Prioritas Bukan Soal Gender, Tapi Keselamatan Transportasi Publik
Presiden Prabowo Ziarah ke Makam Kakek Pendiri BNI di Banyumas
Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Resmi Tersangka Korupsi Dana Participating Interest