Menurut mereka, Price to Book Value (PBV) RLCO terlihat cukup wajar. Angkanya 1,90 kali, sementara rata-rata industri sejenis ada di 1,80 kali. Di sisi lain, Price to Earnings Ratio (PER)-nya justru lebih tinggi: 17,66 kali berbanding rata-rata industri 12,98 kali.
"Hal ini menunjukkan tingkat valuasi saham perseroan yang ditawarkan pada valuasi yang wajar dibandingkan perusahaan sejenis," klaim manajemen.
Dengan patokan harga Rp168 per saham itu, perusahaan berharap bisa mengumpulkan dana segar hingga Rp105 miliar. Dana yang terkumpul nantinya punya satu tujuan utama: membeli bahan baku sarang burung walet. Ya, bisnis inti mereka memang di sana.
Untuk kamu yang berminat, masa penawarannya sudah dibuka sejak Selasa (2/12) dan ditutup besok, Kamis (4/12). Jadi tinggal sehari lagi. Jika semua berjalan sesuai rencana, saham RLCO akan resmi tercatat di papan Bursa Efek Indonesia pada 8 Desember 2025. Tinggal tunggu hari pencatatannya.
Artikel Terkait
Hilirisasi Ayam Terintegrasi: Kementan Genjot Kesejahteraan Peternak dari Hulu ke Hilir
Trump Gelontorkan Rp1,67 Triliun ke Obligasi, Sentuh Netflix-Warner Jelang Merger
IMF Ramal 2026: Asia Melaju, Ekonomi Maju Terseok-seok
Stok Beras Aceh Melimpah, BULOG Pastikan Ramadan dan Lebaran Aman