Drama VAR Tuntaskan Laga Seru, Malut United dan PSM Imbang 3-3

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 21:30 WIB
Drama VAR Tuntaskan Laga Seru, Malut United dan PSM Imbang 3-3

Malam Sabtu di Stadion Gelora Kie Raha punya cerita sendiri. Bukan cuma soal enam gol yang tercipta, tapi juga tentang drama yang berlarut-larut hingga akhirnya pertandingan pekan ke-25 Super League 2025/2026 ini berakhir dengan skor 3-3. Malut United dan PSM Makassar sama-sama pulang dengan satu poin, tapi perasaan yang dibawa pasti jauh berbeda.

Di sisi lain, laga ini juga menandai babak baru buat PSM. Malam itu, untuk pertama kalinya, sosok legendaris mereka Zulkifli Syukur menjalani debut sebagai direktur teknik. Peran barunya dimulai tepat di tengah tekanan akibat rentetan hasil buruk yang menghantui Pasukan Ramang.

PSM sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik. Mereka terlihat tenang, menguasai alur permainan, dan mencari celah lewat sisi sayap. Gol pertama malah datang dari situasi yang sama sekali tak terduga.

Menit ke-38, umpan silang ke kotak penalti Malut coba dipotong Yakob Sayuri. Tapi, alih-alih aman, sundulannya malah meluncur deras ke gawang sendiri. Kiper tak berkutik. Gol bunuh diri itu membuat PSM unggul 1-0.

Yakob langsung terpaku. Dia tertunduk lama, menyadari betapa kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Menjelang turun minum, Malut nyaris membalas. Yance Sayuri melepaskan tendangan keras dari luar kotak, sayang bolanya masih melambung sedikit di atas mistar. Babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis tamu.

Tapi segalanya berubah drastis begitu babak kedua dimulai. Malut United datang bagai badai.

Hanya butuh tiga menit, David da Silva sukses menyamakan kedudukan. 1-1. Stadion yang sempat senyap langsung meledak. Momentum sepenuhnya berpindah.

Empat menit berselang, giliran Tyronne del Pino yang mencatatkan namanya. 2-1 untuk tuan rumah. Tekanan mereka belum berhenti. Pada menit ke-67, David da Silva kembali menggoyang jala PSM setelah menerima umpan terobosan Ciro Alves. Skor menjadi 3-1. PSM terlihat limbung.

Namun begitu, tim asal Makassar ini punya nyali. Dua menit setelah kebobolan, Savio Roberto melepas tembakan spektakuler dari jarak jauh. Bola menyambar pojok kanan atas gawang. 3-2. Gol itu seperti suntikan adrenalin, menghidupkan kembali harapan yang nyaris padam.

Drama puncaknya terjadi di penghujung waktu normal.

Menit ke-87, pemain pengganti Medina menjadi pahlawan dengan menyodok bola ke gawang Malut. 3-3! Stadion mendadak hening, sebelum kemudian gemuruh suara pendukung PSM memecah kesunyian.

Tapi ceritanya belum selesai. Masa injury time menyisakan satu adegan lagi. David da Silva melepaskan tendangan yang masuk, seolah-olah meraih hattrick sekaligus kemenangan bagi Malut di menit 90 4. Sorak pendukung tuan rumah menggema.

Wasit Thoriq Alkatiri, bagaimanapun, tak buru-buru menunjuk tengah. Dia memutuskan untuk memeriksa VAR. Beberapa saat yang tegang pun menyusul.

Setelah melihat ulang, gol itu akhirnya dianulir. Wasit menilai ada pelanggaran dalam proses terciptanya gol. Keputusan itu sekaligus mengukuhkan skor akhir 3-3.

Di balik lapangan, semua mata tertuju pada Zulkifli Syukur. Debutnya sebagai direktur teknik berlangsung dalam laga yang penuh gejolak. Penunjukannya adalah bagian dari upaya klub merapikan struktur teknis dan mencari formula baru pasca performa jeblok.

Jelang laga, asisten pelatih Ahmad Amiruddin sudah mengingatkan soal mentalitas.

“Berlatihlah seperti kamu bertanding dan bertandinglah seperti kamu berlatih,”

katanya di konferensi pers. Pesan itu sederhana, tapi lahir dari kegelisahan nyata. Tim pelatih melihat ada yang tak beres; performa bagus di latihan kerap tak terbawa ke lapangan hijau.

Hasil imbang dramatis ini mungkin belum menyelesaikan semua masalah. Satu poin di Ternate jelas belum cukup untuk mengubah peta peringkat secara signifikan. Tapi, dalam situasi seperti ini, sebuah pertandingan penuh karakter bisa menjadi modal berharga. Bisa jadi ini awal dari momentum yang selama ini dicari-cari Pasukan Ramang. Malam di Gelora Kie Raha setidaknya membuktikan, semangat mereka belum padam.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar