Wall Street kembali mencatatkan hari yang positif. Indeks S&P 500 berhasil menguat pada sesi perdagangan Selasa kemarin, didorong oleh sentimen investor yang semakin yakin The Fed akan segera memangkas suku bunga.
Menjelang penutupan pasar waktu setempat, Dow Jones Industrial Average melonjak 185 poin atau sekitar 0,4 persen. Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 0,2 persen dan NASDAQ Composite unggul lebih jauh dengan kenaikan 0,6 persen.
Fokus utama pasar memang tertuju pada pertemuan Federal Reserve minggu depan. Menurut sejumlah saksi, ekspektasi pemotongan suku bunga menguat setelah data manufaktur terbaru dari Institute for Supply Management dirilis. Data itu menunjukkan sektor manufaktur AS melemah lebih dalam dari perkiraan.
Akibatnya, spekulasi pun bergulir kencang. Sekitar 86 persen investor kini memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan 9-10 Desember nanti.
“Prakiraan kami tentang pemangkasan tambahan tahun depan disebabkan oleh perubahan kepemimpinan, bukan prediksi kami terhadap perekonomian,”
Begitu penjelasan analis BofA Global Research dalam sebuah catatan yang dirilis Senin lalu. Mereka tak hanya memprediksi pemotongan di Desember, tapi juga dua pemotongan tambahan pada pertengahan 2026. Jika itu terjadi, suku bunga terminal bisa berada di kisaran 3,00 persen-3,25 persen.
Namun begitu, ada juga faktor ketidakpastian yang mengganggu. Prospek kepemimpinan baru di The Fed mulai jadi bahan perbincangan serius, mengingat masa jabatan Powell berakhir tahun depan. Gedung Putih dikabarkan sedang mempertimbangkan sejumlah nama.
Di sisi lain, pergerakan pasar ini sebenarnya didorong oleh kombinasi beberapa hal. Data ekonomi yang mulai mereda, tekanan inflasi yang menunjukkan pelemahan, dan isyarat dari pejabat senior The Fed sendiri semua itu berkontribusi pada optimisme bahwa suku bunga akan turun lebih cepat dari yang semula dibayangkan.
Jadi, meski ada bayang-bayang pergantian pimpinan, suasana hati pasar untuk sementara terlihat cukup cerah.
Artikel Terkait
Pertamax Turbo Tembus Rp19.400, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
ADMR Bagikan Dividen USD 120 Juta untuk Tahun Buku 2025
Analis Proyeksi Laba Bersih BULL Melonjak 688% di Tengah Konflik Timur Tengah
BEI Catat 16 Perusahaan Antre IPO, Didominasi Aset Besar dan Sektor Kesehatan