Pernikahan Banjir Semarang: Kisah Cinta Sandi dan Salma di Tengah Genangan Air
Sebuah pernikahan unik terjadi di kawasan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pasangan Sandi Yulianto Arya Putra dan Salma memutuskan untuk melangsungkan akad nikah mereka meskipun lokasi pernikahan terendam banjir, Sabtu (25/10).
Ijab Kabul Khidmat di Tengah Genangan Banjir
Meskipun air banjir setinggi lutut orang dewasa menggenangi halaman rumah, prosesi ijab kabul tetap berjalan khidmat. Kedua mempelai, keluarga, dan tamu undangan hadir dengan kondisi serba terbatas untuk menyaksikan momen sakral tersebut.
Sandi menceritakan bahwa air sudah mulai naik sejak malam sebelum acara pernikahan. "Dekorasi dan paketan sudah datang semuanya, tapi tidak berani dipasang. Ijabnya tetap kami laksanakan karena itu yang sakral, biar lancar dulu," ujarnya.
Persiapan Pernikahan yang Tertunda Banjir
Rencana pernikahan sebenarnya sudah disusun jauh-jauh hari. Semua kebutuhan seperti panggung, dekorasi, meja kursi, dan konsumsi telah dipersiapkan. Namun, hampir semua rencana tersebut batal terwujud karena air banjir yang terus meninggi.
Satu-satunya yang tersisa hanyalah tenda sederhana yang berdiri tegak di tengah genangan air. Meski dalam kondisi sederhana dan basah-basahan, pesta pernikahan ini tetap berlangsung hangat dan penuh makna.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026