Kelangkaan Minyakita di Lingga Picu Pedagang Beralih ke Minyak Goreng Mahal

- Sabtu, 18 April 2026 | 15:15 WIB
Kelangkaan Minyakita di Lingga Picu Pedagang Beralih ke Minyak Goreng Mahal

Paino | TVRINews, Lingga


Kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita yang sempat heboh di berbagai daerah, rupanya sudah sampai juga ke Kabupaten Lingga. Di sini, warga dan pedagang kecil mulai kelimpungan. Mau tak mau, mereka beralih ke merek lain yang harganya jelas lebih mahal. Pokoknya, demi kebutuhan sehari-hari dan agar usahanya tetap jalan, ya terpaksa.

Sabtu lalu, suasana di Pasar Tradisional Dabo Singkep sudah menggambarkan situasi itu. Pantauan di sejumlah kios sembako menunjukkan rak-rak untuk Minyakita bersubsidi kosong melompong. Memang, versi non-subsidinya masih ada di beberapa tempat. Tapi jangan harap banyak. Lagi pula, harganya sudah naik dari Rp17.000 ke Rp19.000 per liter.

Akibatnya, warga pun berebut merek pengganti seperti Minyak Goreng 123, Siip, atau Panima. Namun begitu, permintaan yang tiba-tiba melonjak ini bikin harga-harga alternatif itu ikut-ikutan naik. Ambil contoh Minyak Goreng 123, yang sekarang dijual Rp21.000 per liter. Padahal, sebelumnya cuma Rp19.000.

Dampaknya paling terasa di kalangan pedagang mikro. Sebut saja Mang Ujang, penjual batagor di Dabo Singkep. Ia mengeluh terpaksa ganti minyak, meski harus merogoh kocek lebih dalam.

"Ya sudah, semenjak Minyakita hilang dari pasar, saya pakai yang lain. Modal memang bertambah," ujarnya sambil membersihkan lapak dagangannya.

"Tapi saya enggak naikkin harga jualan. Takut pelanggan kabur," tambahnya.

Kondisi ini katanya sudah berlangsung hampir tiga minggu. Di wilayah pesisir Lingga, keluhan warga makin keras. Mereka masih ingat betul harga eceran Minyakita yang cuma Rp15.700 per liter. Harapannya cuma satu: pemerintah daerah dan instansi terkait cepat bertindak. Distribusi minyak bersubsidi ini harus segera dipulihkan, sebelum masalahnya makin runyam.


Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar