Di tengah kobaran Perang Dunia Kedua, pasukan Nazi Jerman dikenal sebagai mesin perang yang paling ditakuti. Tapi, ada satu cerita unik yang jarang terdengar. Mereka ternyata pernah dikelabui oleh sebuah armada militer fiktif, pasukan yang sebenarnya tak lebih dari ilusi.
Menurut sejumlah saksi dan laporan, kelompok ini dijuluki 'tentara hantu'. Strategi mereka sederhana namun cerdik: menggunakan balon berbentuk tank dan efek khusus layaknya film Hollywood untuk membohongi intelijen Jerman soal pergerakan pasukan Sekutu.
Di balik tipuan itu ada Pasukan Khusus Markas Besar ke-23 Amerika Serikat. Dibentuk sekitar tahun 1942, unit ini terdiri dari lebih dari seribu orang. Mereka baru benar-benar diterjunkan ke medan Eropa setelah peristiwa D-Day, dengan satu misi utama: menciptakan kebohongan yang terstruktur.
Tujuannya jelas. Mereka harus meyakinkan komandan Nazi bahwa di suatu tempat, ada kekuatan Sekutu lain yang jauh lebih besar seolah-olah ada 30.000 pasukan tambahan yang siap menerjang. Ilusi ini dibuat untuk mengancam dan mengalihkan perhatian musuh di garis depan.
Yang menarik, pasukan ini justru banyak merekrut orang-orang dari dunia kreatif. Arsitek, desainer, bahkan seniman dan pekerja iklan ramai-ramai mendaftar. Beberapa nama yang kemudian terkenal ada di sini, seperti fotografer Art Kane, perancang busana Bill Blass, dan pelukis Ellsworth Kelly.
Mereka bukan sekadar bermain-main. Antara 1944 dan 1945, unit ini melancarkan setidaknya 22 operasi penipuan yang berbeda. Taktik mereka ternyata berperan penting, berkontribusi pada kemenangan akhir Sekutu melawan rezim Hitler.
Lalu, bagaimana cara mereka bekerja? Tekniknya beragam. Mereka punya ratusan tank palsu dari balon yang bisa menggelembung. Dari kejauhan, apalagi jika dilihat dari udara oleh pesawat pengintai Jerman, bentuknya persis seperti kendaraan tempur sungguhan. Suara rekaman mesin dan lalu lintas pasukan juga mereka putar untuk melengkapi ilusi itu.
Semua itu dilakukan dengan risiko tinggi. Namun, hasilnya nyata: musuh tertipu, sumber daya mereka terkuras untuk menghadapi ancaman yang sebenarnya tidak pernah ada.
Artikel Terkait
CFD Bundaran HI Lebih Ramai, Warga Nikmati Ruang Publik di Hari Minggu
Indonesia Kecam Serangan Mematikan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
KPK Tangkap 11 Kepala Daerah dalam 8 Bulan, Bambang Soesatyo Soroti Lemahnya Seleksi Calon
Rem Blong Truk Kontainer di Probolinggo Tewaskan Satu Keluarga