Berita soal jalan tol Sumatera yang rusak akibat bencana ramai dibaca pembaca pada Selasa (2/12). Kabar baiknya, ruas-ruas yang terdampak itu ditargetkan bisa beroperasi lagi sebelum puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru nanti.
Di sisi lain, ada satu lagi berita yang menarik perhatian, khususnya di kanal bisnis. Indonesia baru saja menyetorkan dana investasi senilai satu miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,61 triliun ke New Development Bank (NDB). Langkah ini tak lepas dari keikutsertaan Indonesia dalam BRICS.
Target Perbaikan Tol Sumatera sebelum Nataru
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memastikan sejumlah ruas tol di Sumatera yang rusak karena banjir dan longsor akan diperbaiki. Mereka menargetkan semua bisa berfungsi normal sebelum 16 Desember 2025. Koordinasi pun sudah dilakukan dengan Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) agar pelayanan selama musim liburan nanti benar-benar optimal.
Menurut Kepala BPJT Wilan Oktavian, ada lima ruas yang terdampak. Salah satunya adalah ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, di mana terdapat satu titik yang terputus total. Untuk mempercepat perbaikan, tim BPJT sudah turun langsung ke lokasi.
"Kemarin teman-teman kita sudah koordinasi dan tim BPJT juga sudah ke lapangan. InsyaAllah nanti yang terputus-terputus bisa difungsikan lagi sebelum tanggal 16," ujar Wilan.
Artikel Terkait
Harga Emas Bangkit Lebih dari 1% Didorong Ketegangan Timur Tengah dan Pelemahan Dolar
IHSG Anjlok 4,57% Didorong Outlook Negatif Fitch dan Gejolak Timur Tengah
BEI Cabut Pencatatan 13 Waran Terstruktur Mulai 16 Maret 2026
IHSG Anjlok 4,57%, Analis Waspadai Zona Koreksi 7.140-7.391