Di sisi lain, soal anggaran, Roy menjelaskan mekanismenya dibuat fleksibel. Dalam kondisi darurat seperti ini, semua anggaran yang tersedia di sekitar lokasi bisa langsung dimaksimalkan untuk penanganan.
"Jadi tidak ada proses yang harus duitnya dulu dikeluarkan," terangnya. "Tapi prosesnya laksanakan dulu perbaikan semua, nanti setelah selesai bisa dilakukan audit baru dibayar atau bayar dulu baru nanti akan dilakukan audit."
Untuk mempercepat pemulihan konektivitas yang terputus, pihaknya juga melibatkan sejumlah BUMN.
Sementara itu, dari sudut pandang yang lain, Menteri PU Dody Hanggodo menilai kerusakan pada jalan tol relatif lebih ringan. Menurutnya, dampak di tol tidak separah di jalan kabupaten atau provinsi.
"Sebenarnya kalau jalan tol enggak terlalu serusak jalan kabupaten, jalan provinsi karena memang betul terdampak, tapi kemudian bisa dengan cepat diberesin," kata Dody.
"Kalau tol rata-rata sudah mungkin dalam waktu sehari dua hari ini sudah bisa terbuka lagi lah," tambahnya.
Namun begitu, Dody mengakui besarnya kerugian infrastruktur secara keseluruhan. Terutama di Sumatera Utara. "Waduh besar bos, terutama yang di Sumatera Utara ya besar, besar," ungkapnya dengan nada prihatin.
Artikel Terkait
Pemerintah Kejar Target Bersih-Bersih Lumpur Sebelum Ramadan Tiba
Rupiah Terperosok Lagi, Investor Asing Serbu Keluar dari SBN
TRIN Lepas Saham Treasury Rp57 Miliar di Tengah Tekanan Harga
OJK Bongkar Delapan Pelanggaran Serius Dana Syariah Indonesia, Lapor ke Bareskrim