Ledakan SMAN 72: Kelarga Kaget, Pelaku Masih Bengong dan Belum Boleh Diperiksa

- Jumat, 21 November 2025 | 09:40 WIB
Ledakan SMAN 72: Kelarga Kaget, Pelaku Masih Bengong dan Belum Boleh Diperiksa

Ledakan yang mengguncang SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading itu masih meninggalkan sejuta tanda tanya. Polisi pun mulai menyisir informasi dari orang terdekat pelaku, yang masih berstatus Anak Berkonflik Hukum (ABH). Ayah dan kakaknya sudah diperiksa.

Reaksi mereka? Kaget. Sama sekali tak menyangka.

"Ya itu kaget, nggak menyangka kan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada para wartawan Jumat lalu.

Pemeriksaan terhadap keluarga inti pelaku sendiri sudah dilakukan dua kali. Polisi berusaha memahami karakter dan keseharian ABH di lingkungan keluarganya. Mereka menanyakan soal sifat dan gelagatnya sehari-hari. Menurut Budi, secara umum tak ada perubahan yang mencolok. Tapi ada satu hal yang menarik perhatian.

"Termasuk dia menggunakan web, kan kalau menurut si ABH ke orang tuanya bahwa laptopnya itu rusak," jelas Budi lagi. Seolah ada yang disembunyikan.

Di sisi lain, polisi juga telah memeriksa sejumlah siswa lain yang menjadi korban. Namun, untuk memeriksa pelaku utama, mereka masih harus bersabar. Semuanya tergantung rekomendasi dokter.

Kondisi fisik ABH disebutkan masih belum pulih sepenuhnya. "Jadi si ABH ini, baru kemarin lepas selang makan, dua hari lalu. Artinya dia baru beradaptasi," kata Budi. Dia masih merasakan mual dan pusing.

Yang lebih penting lagi, kondisi psikisnya. Penyidik sudah berkoordinasi dengan dokter yang menanganinya. Apakah dia sudah layak dimintai keterangan? Rupanya belum. "Karena dia masih bengong, terus ngomong sebentar kadang masih kayak masih belum pulih sepenuhnya," imbuhnya. Kata-katanya masih terputus-putus, pikirannya belum sepenuhnya jernih.

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Jumat, 7 November, di tengah khotbah salat Jumat. Akibatnya, 96 orang harus menjadi korban, terluka oleh ledakan yang sumbernya masih terus diselidiki.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar