Di tengah acara Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta Pusat, Senin lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kabar penting. Indonesia resmi bergabung dengan BRICS. Bagi Airlangga, ini bukan sekadar formalitas. Langkah ini ibarat pintu masuk strategis untuk membuka akses pasar lebih lebar dan sekaligus mengokohkan posisi Indonesia di kancah Global South.
Namun begitu, keanggotaan itu ternyata punya konsekuensi langsung. Pemerintah sepakat untuk menyetor dana tak main-main ke New Development Bank (NDB), bank pembangunan yang digawangi BRICS. Nilainya mencapai satu miliar dolar AS, atau sekitar Rp 16,61 triliun.
"Bergabungnya Indonesia juga ditindaklanjuti dengan bergabung kepada New Development Bank," jelas Airlangga.
"Dan pemerintah sudah sepakat untuk memberikan dana USD 1 miliar untuk investasi New Development Bank," tambahnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Menjelang Lebaran 2026
Harga Emas Bangkit Lebih dari 1% Didorong Ketegangan Timur Tengah dan Pelemahan Dolar
IHSG Anjlok 4,57% Didorong Outlook Negatif Fitch dan Gejolak Timur Tengah
BEI Cabut Pencatatan 13 Waran Terstruktur Mulai 16 Maret 2026