Di tengah acara Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta Pusat, Senin lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kabar penting. Indonesia resmi bergabung dengan BRICS. Bagi Airlangga, ini bukan sekadar formalitas. Langkah ini ibarat pintu masuk strategis untuk membuka akses pasar lebih lebar dan sekaligus mengokohkan posisi Indonesia di kancah Global South.
Namun begitu, keanggotaan itu ternyata punya konsekuensi langsung. Pemerintah sepakat untuk menyetor dana tak main-main ke New Development Bank (NDB), bank pembangunan yang digawangi BRICS. Nilainya mencapai satu miliar dolar AS, atau sekitar Rp 16,61 triliun.
"Bergabungnya Indonesia juga ditindaklanjuti dengan bergabung kepada New Development Bank," jelas Airlangga.
"Dan pemerintah sudah sepakat untuk memberikan dana USD 1 miliar untuk investasi New Development Bank," tambahnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Kejar Target Bersih-Bersih Lumpur Sebelum Ramadan Tiba
Rupiah Terperosok Lagi, Investor Asing Serbu Keluar dari SBN
TRIN Lepas Saham Treasury Rp57 Miliar di Tengah Tekanan Harga
OJK Bongkar Delapan Pelanggaran Serius Dana Syariah Indonesia, Lapor ke Bareskrim