Menurutnya, komitmen finansial ini menunjukkan satu hal: Indonesia tak mau cuma jadi anggota pasif. Mereka ingin langsung terjun, berperan aktif dalam mempersiapkan dan memperkuat fondasi bank tersebut. Jadi, sejak awal kita sudah ikut terlibat, bukan cuma numpang nama.
Di sisi lain, keputusan ini sebenarnya punya akar sejarah yang dalam. Ini sejalan dengan peran Indonesia yang pernah memimpin Konferensi Asia-Afrika. Makanya, wajar kalau sekarang Indonesia mempererat hubungan dengan negara-negara besar macam China, India, Brasil, dan Rusia yang notabene adalah tulang punggung BRICS.
"Dengan BRICS kita juga melihat merupakan potensi kerjasama global south," papar Airlangga.
"Sebagai konsekuensi Indonesia memimpin konferensi Asia-Afrika, maka normal dengan BRICS ini ada China, ada India, ada Brasil, ada Rusia," katanya menegaskan.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Menjelang Lebaran 2026
Harga Emas Bangkit Lebih dari 1% Didorong Ketegangan Timur Tengah dan Pelemahan Dolar
IHSG Anjlok 4,57% Didorong Outlook Negatif Fitch dan Gejolak Timur Tengah
BEI Cabut Pencatatan 13 Waran Terstruktur Mulai 16 Maret 2026