Bupati Aceh Selatan Bela Diri: Saya Tak Tahu Izin Ditolak Saat Banjir Melanda

- Minggu, 07 Desember 2025 | 11:25 WIB
Bupati Aceh Selatan Bela Diri: Saya Tak Tahu Izin Ditolak Saat Banjir Melanda

Bupati Aceh Selatan Buka Suara, Sebut Ada Miskomunikasi Soal Izin Umrah Saat Banjir

Polemik keberangkatan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, untuk umrah di tengah bencana banjir besar akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari sang bupati. Ia mengaku baru mengetahui penolakan izinnya setelah tiba di Makkah. Penyebabnya? Gangguan listrik dan jaringan telekomunikasi di wilayahnya yang porak-poranda diterjang banjir.

Menurut Mirwan, hal itulah yang memicu miskomunikasi. Informasi dari daerah soal penolakan izin dari Gubernur Aceh, katanya, telat sampai ke tangannya.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tak tinggal diam. Mendengar kabar itu, ia langsung menelepon Mirwan yang masih berada di Tanah Suci. Tujuannya jelas: meminta penjelasan tegas soal kepergian sang pejabat di saat wilayahnya sedang dilanda musibah.

Dalam percakapan itu, Mirwan mengakui pada Mendagri bahwa dirinya berangkat tanpa mengantongi izin resmi. Baik dari Tito sendiri maupun dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem.

“Kemendagri sudah mengirim tim Inspektorat Jenderal ke Aceh. Pemeriksaan akan dilakukan setelah yang bersangkutan pulang,”

Demikian penjelasan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan, Sabtu (6/12). Benni juga menyebut Mirwan berjanji akan kembali ke Indonesia pada Minggu (7/12) besok.

Nah, soal izin ini, Gubernur Mualem punya cerita lain. Ia dengan tegas menyatakan tidak pernah membubuhkan tanda tangannya di surat izin perjalanan luar negeri Mirwan. Bahkan, Mualem mengaku sudah melarang bupatinya untuk pergi.

"Tidak saya teken. Walaupun Mendagri yang teken ya udah, itu terserah sama dia. Tapi, kami tidak teken. (Sudah diimbau) untuk sementara waktu jangan pergi, (tapi tetap) dia pergi juga, terserah,"

Ucap Mualem, Jumat sore, dengan nada kesal yang cukup jelas.

Lantas, bagaimana tanggapan Mirwan atas kritik pedas yang menerpanya? Ia berusaha meluruskan. Sebelum berangkat, klaimnya, ia sudah turun ke lapangan. Meninjau lokasi banjir, menyalurkan bantuan logistik, dan memastikan seluruh perangkat daerah bekerja. Situasi saat itu, menurut penilaiannya, sudah lebih terkendali. Barulah setelah itu ia memutuskan berangkat untuk menunaikan nazar umrah yang katanya sudah lama direncanakan.

Pernyataan Mirwan ini diamini oleh Plt Sekda Aceh Selatan, Diva Samudra Putra. Diva membantah keras narasi bahwa bupatinya kabur meninggalkan rakyat.

“Terkait dengan narasi yang menyatakan Bupati meninggalkan rakyatnya ketika bencana banjir melanda, kami sampaikan hal ini tidak tepat. Bupati beserta istri sebelum berangkat telah beberapa kali mengunjungi lokasi terdampak. Jadi tidak benar narasi yang menyebutkan Bupati meninggalkan masyarakat dalam kondisi tidak tertangani,”

Jelas Diva dengan bersemangat.

Meski punya pembelaan, keputusan Mirwan tetap terasa janggal bagi banyak orang. Apalagi, baru beberapa hari sebelumnya tepatnya Kamis (27/11) ia menandatangani surat yang menyatakan ketidaksanggupan menangani banjir tanpa bantuan provinsi dan pusat. Lalu, pada Selasa (2/12), foto dirinya dan istri yang sedang berangkat umrah sudah membanjiri media sosial.

Kontrasnya kedua momen inilah yang kemudian memantik gelombang kecaman. Publik mempertanyakan prioritas dan sense of crisis seorang pemimpin. Sekarang, semua mata tertuju pada kepulangannya dan hasil pemeriksaan tim Inspektorat Jenderal Kemendagri. Apa konsekuensi yang akan ia terima? Tunggu saja kelanjutannya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar