Richard Lee Ungkap Kekecewaan Diam-diam Soal Skandal Inara Rusli

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 08:40 WIB
Richard Lee Ungkap Kekecewaan Diam-diam Soal Skandal Inara Rusli

Richard Lee Buka Suara Soal Skandal Inara Rusli: "Saya Kecewa, Tapi Nggak Membela"

Gosip pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi masih terus bergulir. Bukan cuma publik yang ribut, teman dekat Inara sendiri, Richard Lee, ternyata menyimpan kekecewaan yang dalam soal kabar itu. Tapi, ya begitulah, dia nggak mau ikut-ikutan bikin suasana makin keruh.

Ketika ditanya apakah dia percaya klaim Inara yang katanya nggak tahu status Fahmi sudah berkeluarga, Richard memilih untuk nggak berkomentar. Menurutnya, dia nggak punya kapasitas untuk menilai.

“Terutama di 2025 ini, andaikan saya punya judgement itu, tidak akan keluar dari mulut saya. Saya pasti berusaha menjadi host yang netral. Apa yang disampaikan oleh Insani, ya saya berusaha percaya dan saya cuma memberikan pertanyan-pertanyaan tajam, udah itu aja,”

Begitu kata Richard dalam channel YouTube Intens Investigasi, awal Desember lalu.

Di sisi lain, Richard juga merasa perlu klarifikasi. Banyak netizen yang menuduhnya memihak Inara saat wawancara podcast dengan Insan. Padahal, menurut pengakuannya, dia sudah memberikan teguran langsung kepada Insan sebagai bentuk objektivitas.

“Saya minta maaf kalau hal itu dirasakan. Saya merespons dari apa yang disampaikan oleh Insan sih sebenarnya. Apapun yang disampaikan Insan ya saya respons hal tersebut. Dan menurut saya pribadi tidak sopan kalau misal saya memojokkan Inara saat dia tidak duduk di situ,”

Ujarnya.

“Kan tamu podcast saya waktu itu adalah Insan. Di situ saya menegur dia dua sampai tiga kali. Sebagai seorang abang dan seorang yang lebih tua, ya saya tegur dia beberapa kali di sana. Saya bilang kamu tidak tegas, saya bilang dia pengecut. Tapi bagi saya itu biasa saja karena orangnya ada di depan saya. Jadi menurut saya itu masih dalam koridor. Tapi kalau saya tegur Inara, sedangkan Inara tidak satu frame dengan saya, itu tidak sopan,”

Begitu tambahnya, mencoba menjelaskan posisinya.

Soal bukti pernikahan siri yang beredar, Richard membenarkan bahwa dia sudah melihat beberapa barang bukti. Surat nikah, video, hingga chat dari mantan pasangan Inara sudah dia lihat. Tapi untuk hal-hal lain seperti rekaman CCTV, dia memilih tidak melihat dan enggan mengungkap detail lebih jauh karena menyangkut ranah privat.

Sebagai teman, Richard mengaku sudah menegur Inara secara pribadi tentang kegaduhan ini. Dia menyayangkan semua yang terjadi, tapi urusan teguran itu ya tetap dirahasiakan, nggak untuk konsumsi publik.

“Saya ada omelin, tapi enggak saya umbar. Bagaimanapun saya tetap teman dia. Walau saya enggak membela apapun yang dia lakukan,”

tukasnya tegas.

Dari pernyataan Inara di media, Richard menangkap ada nuansa sedih dan penyesalan. Dia nggak mau membahas detailnya. Menurut pandangannya, pihak yang paling dirugikan dalam kasus ini jelas Mawa dan anaknya. Sementara Insan, dialah yang paling bertanggung jawab atas keributan ini. Harapannya, Mawa bisa dapat keadilan dan kekuatan untuk menghadapi semuanya.

Namun begitu, perasaan kecewanya sendiri tak bisa dipendam.

“Bagi saya sendiri saya kecewa. Saya kecewa dan itu hak saya untuk menjawab ya. Beliau kan salah satu orang yang terdekat dengan saya, juga kemarin waktu isu pertama kali juga saya yang bawain waktu 2023. Cuma kejadian jadi seperti ini saya pribadi kecewa. Dengan pemberitaan sebesar ini, juga dengan ada bawa-bawa agama saya kecewa sekali. Tapi kan sudah terjadi ya. Jadi lihat apa yang harus kita lakukan ke depan aja,”

jelas Richard dengan nada berat.

Di akhir, dia seolah ingin menutup pembicaraan dengan pesan yang lebih universal.

“Apa yang dilakukan pasti selalu ada konsekuensinya ya. Sabar aja sih pasti ada jalannya. Kalau apa yang kita lakukan itu benar. Kalaupun salah kan Allah selalu membuka pintu maaf yang penting kita selalu mendekatkan diri kepada Tuhan,”

pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler