Rupiah Menguat di Awal Desember, Dolar AS Tertekan Spekulasi The Fed

- Selasa, 02 Desember 2025 | 10:45 WIB
Rupiah Menguat di Awal Desember, Dolar AS Tertekan Spekulasi The Fed

Rupiah buka perdagangan Selasa (2/12/2025) dengan catatan hijau. Mata uang kita menguat terhadap dolar AS, mengambil momentum dari melemahnya sang greenback di pasar global.

Berdasarkan pantauan Bloomberg, rupiah berada di posisi Rp16.631 per dolar. Angka itu menunjukkan penguatan 32 poin, atau sekitar 0,19%, dari level penutupan sebelumnya di Rp16.675.

Di sisi lain, indeks dolar AS sendiri tercatat melemah tipis 0,2% ke level 99,25 pada sesi Senin. Lalu, apa yang terjadi?

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, punya penjelasannya. Menurutnya, pelemahan dolar ini dipicu oleh spekulasi investor yang kian menjadi. Mereka memprediksi Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneter bulan ini.

"Spekulasi pasar meningkat setelah serangkaian data ekonomi AS dirilis, yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi sedang melambat dan tekanan inflasi mereda (meskipun masih kuat). Hal ini memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya," ujarnya.

Angkanya cukup signifikan. Harga di pasar uang sekarang menyiratkan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 9-10 Desember mendatang mencapai hampir 88%. Bayangkan, angka itu melonjak drastis dari sekitar 40% saja seminggu sebelumnya.

Namun begitu, bukan cuma data ekonomi yang jadi sorotan. Pasar juga sedang mencermati soal siapa yang akan memimpin The Fed ke depan. Presiden Donald Trump konon sudah menentukan pilihannya, meski namanya masih dirahasiakan.

Isu yang beredar, daftar pendek kandidatnya mencakup penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett yang disebut sebagai kandidat terdepan. Lalu ada nama mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, dan Gubernur The Fed saat ini, Christopher Waller.

Perubahan kepemimpinan ini jelas berpotensi mengubah arah kebijakan The Fed secara signifikan. Apalagi, banyak laporan yang mengindikasikan Trump mungkin memilih sekutu dekat untuk menggantikan Jerome Powell yang sekarang.

Nah, kembali ke rupiah. Ibrahim memperkirakan pergerakan mata uang kita hari ini akan fluktuatif. Tapi, potensi untuk ditutup menguat tetap ada.

Dia memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang yang cukup ketat, antara Rp16.630 hingga Rp16.670 per dolar AS. Kita lihat saja nanti penutupannya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar