Pakar Gizi Ingatkan Kiat Diet Sehat Saat Puasa Ramadan

- Rabu, 04 Maret 2026 | 07:00 WIB
Pakar Gizi Ingatkan Kiat Diet Sehat Saat Puasa Ramadan

Ramadan seringkali dianggap sebagai momentum yang pas buat memulai pola makan sehat. Banyak yang berharap, dengan berpuasa, berat badan bisa turun secara alami. Tapi hati-hati, niat baik ini bisa berbalik jadi bumerang kalau caranya salah. Bukannya langsing, malah lemas, dehidrasi, atau metabolisme jadi kacau.

Kuncinya sebenarnya sederhana: menjaga keseimbangan nutrisi saat sahur dan berbuka. Nah, berikut beberapa panduan yang bisa kamu terapkan agar diet selama puasa tetap efektif, tanpa harus menyiksa diri.

1. Sahur Itu Penting, Pilih yang Bikin Kenyang Tahan Lama

Jangan asal kenyang. Menu sahur yang ideal untuk diet sebaiknya kaya serat dan protein. Kombinasi ini membantu menstabilkan gula darah dan menahan lapar lebih lama. Daripada nasi putih, coba ganti dengan nasi merah, oatmeal, atau roti gandum. Untuk lauk, pilih telur, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, atau ikan. Jangan lupa tambahkan sayuran hijau dan buah. Hindari makanan manis atau berkarbohidrat sederhana saat sahur, karena justru bikin cepat lapar dan lemas di siang hari.

2. Jangan Kalap Saat Berbuka

Ini nih godaan terbesar. Setelah menahan lapar seharian, godaan untuk balas dendam dengan menyantap segala macam makanan sulit ditolak. Gorengan, kolak, es sirup, langsung diserbu. Hasilnya? Kalori melonjak.

Cara yang lebih bijak adalah mulai dengan air putih dan beberapa butir kurma. Beri waktu sejenak bagi perut untuk beradaptasi, baru lanjut ke makanan utama. Pilih hidangan yang rendah kalori tapi tetap bergizi, supaya energi pulih tanpa timbunan lemak berlebih.

3. Jaga Asupan Cairan, Jangan Sampai Dehidrasi

Tubuh yang kekurangan cairan akan mudah lelah dan metabolisme bisa melambat. Usahakan minum minimal delapan gelas sehari, dibagi antara waktu buka sampai sahur. Ada metode praktis yang bisa dicoba: dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas lagi saat sahur. Kurangi minuman manis dan bersoda, karena selain tinggi kalori, mereka juga kurang efektif menghidrasi. Tubuh yang cukup cairan akan terasa lebih bugar sepanjang hari.

4. Tetap Bergerak, Tapi Pilih Waktunya

Puasa bukan alasan untuk malas-malasan. Olahraga ringan justru bisa membantu pembakaran lemak. Cobalah jalan santai, yoga, atau latihan beban ringan. Waktu terbaiknya adalah satu hingga dua jam setelah berbuka, saat tubuh sudah mendapat energi dari makanan. Hindari olahraga berat di siang hari yang terik agar tidak dehidrasi. Dengan tetap aktif, massa otot terjaga dan penurunan berat badan jadi lebih optimal.

5. Hitung Kira-kira, Kontrol Porsi Makan

Diet saat puasa tetap perlu memperhatikan jumlah kalori. Prinsipnya, kalori yang masuk harus lebih sedikit dari yang dibakar, tapi nutrisi harus tetap lengkap. Gunakan konsep piring seimbang: separuh piring untuk sayur dan buah, seperempat untuk protein, dan seperempat lagi untuk karbohidrat kompleks. Juga, waspadai kebiasaan ngemil tak terkontrol setelah tarawih. Dengan pengaturan porsi yang cermat, berat badan bisa turun perlahan tanpa membuat tubuh kelelahan.

Intinya, Lakukan dengan Bijak

Menurunkan berat badan di bulan Ramadan sebaiknya dilakukan secara wajar, bukan dengan cara ekstrem. Target yang realistis dan sehat adalah sekitar setengah hingga satu kilogram per minggu. Bagi yang punya kondisi medis tertentu, seperti diabetes atau maag, sangat disarankan untuk konsultasi dulu dengan dokter atau ahli gizi. Ingat, Ramadan bisa jadi awal yang baik untuk membangun kebiasaan sehat yang bertahan lama, bukan sekadar diet kilat yang menyiksa.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar