IHSG berpeluang melanjutkan penguatan di perdagangan Selasa (2/12/2025). Menurut riset WH Project, targetnya ada di rentang 8.500 hingga 8.600. Optimisme ini muncul setelah indeks berhasil mempertahankan level psikologis barunya di akhir November kemarin.
Namun begitu, situasinya belum sepenuhnya jelas. Technical Analyst WH Project, William Hartanto, menyebut pergerakan pasar kemarin masih sulit ditarik kesimpulan. IHSG, yang ditutup naik 0,47 persen ke level 8.548,79, dinilai masih berada dalam fase pengujian area kunci.
"Pergerakan IHSG masih dalam pengujian level 8.500 sebagai support baru, dan level 8.600 untuk persiapan breakout,"
tulis William dalam riset hariannya, Senin (1/12/2025).
Di sisi lain, aliran dana asing justru mencatatkan net sell senilai Rp104,13 miliar. Tapi rupanya, ada pembagian minat yang menarik. Saham-saham seperti FILM, BBCA, ENRG, BMRI, dan COIN justru jadi sasaran beli investor asing. Sebaliknya, aksi jual mereka terkonsentrasi pada BBRI, BUMI, MINA, RAJA, dan BRPT.
Secara teknikal, William melihat sinyal positif. Pembentukan dan konsistensi IHSG di atas level 8.500 sepanjang November lalu dianggap sebagai indikator bagus. Artinya, tren penguatan di awal pekan ini punya pondasi. Proyeksinya, indeks akan bergerak stabil dalam range 8.500-8.600 sambil menunggu momentum yang tepat untuk benar-benar melesat.
Artikel Terkait
OJK dan Bareskrim Geledah Mirae Asset Terkait Dugaan Manipulasi IPO dan Saham BEBS
IHSG Anjlok 4,57%, Saham Ifishdeco (IFSH) Melonjak 25%
Data KSEI Ungkap Pemerintah Norwegia Miliki Saham 24 Emiten di BEI
IHSG Anjlok 4,6% Dihajar Ketegangan Timur Tengah dan Revisi Outlook Fitch